Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Semringahnya Petani Tabanan Saat Harga Manggis Rp 23 Ribu Per Kilogram (1): Kualitas Ekspor Jadi Tantangan

Juliadi Radar Bali • Rabu, 19 Juli 2023 | 18:05 WIB
HARGA SEDANG BAGUS : Buah manggis hasil Kelompok Tani Langgeng Ari Guna Desa Mundeh Kangin, Pupuan, Tabanan yang ditampil di pasar Rakyat, Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan.
HARGA SEDANG BAGUS : Buah manggis hasil Kelompok Tani Langgeng Ari Guna Desa Mundeh Kangin, Pupuan, Tabanan yang ditampil di pasar Rakyat, Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan.

Masa panen petani buah manggis di Tabanan kini disambut semringah. Pasalnya harga buah manggis kini mencapai Rp 23 ribu per kilogram untuk pasar ekspor.

INI bukan momen setiap saat. Ini harga yang sedang bagus. “Harga lumayan bagus buah Manggis saat ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya hanya Rp 7-8 ribu per kilogram. Saat ini Rp 23 ribu perkilo Manggis ekspor,” ujar Wayan Oka,  Ketua Kelompok Usaha Tani Langgeng Ari Guna Desa Mundeh Kangin, Pupuan.

Dia tampak sibuk saat ditemui sedang menjual hasil buah manggis milik kelompok di pasar rakyat Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan, Selasa (18/7/2023).

Menurutnya  buah tropik yang menjadi primadona ekspor di Indonesia tersebut sempat mengalami pasang surut ekspornya. Salah satu negara andalan yang dituju adalah negara Tirai Bambu, Tiongkok.

Hasil buah manggis dari petani Kecamatan Pupuan memang selama ini untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Namun memenuhi pasar ekspor itu, para petani dituntut untuk mempertahankan kualitas manggis yang bagus.

“Karena tuntutan itu kami bersama petani lainnya di Desa Mundeh Kangin membuat Kelompok usaha Tani Langgeng Ari Guna yang kini belum genap berusia satu tahun,” ungkapnya.

Terbentuk tahun 2022, dengan melihat masalah di lapangan. Banyak petani mengeluh dengan buah manggis yang dihasilkan kualitas kurang baik, sehingga kala itu tidak dapat memenuhi kualitas ekspor.

Kelompok tani ini kemudian memfasilitasi bagaimana orientasi hasil manggis berubah ke mutu bukan kuantitas yang dikejar.“Percuma kuantitas manggis banyak, malah mutu tidak bagus. Kadang itu yang merusak pasar. Sehingga harga manggis anjlok,” jelasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#buah manggis #tabanan #pertanian