Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Horor! Ada Jenazah Sudah 2 Tahun Disimpan di RS Sanglah, 16 yang Terlantar Akhirnya Dikremasi Masal

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 5 Oktober 2023 | 15:05 WIB
DIKREMASI: Pihak RSUP Prof. Ngoerah akan melakukan kremasi masal 16 jenazah telantar dalam 2 tahap.
DIKREMASI: Pihak RSUP Prof. Ngoerah akan melakukan kremasi masal 16 jenazah telantar dalam 2 tahap.

DENPASAR, radarbali.id-  Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah  mengkremasi 16 jenazah terlantar  di Krematorium Mumbul, Badung 4-5 Oktober 2023. Pemulasaraan jenazah dilakukan dua hari, hari pertama Rabu (4/10/2023) sebanyak enam jenazah dan sisanya dilakukan hari ini (5/10). 

Direktur Layanan Operasional dr  I Gusti Lanang menyatakan dari 16 jenazah terdiri dari 15 jenazah dari RS Prof Ngoerah dan satu lagi warga negara asing (WNA) Jerman dari RS Bali Mandara. Proses sehingga akhirnya bisa dikremasi panjang dan rumit.

Pihak RS haru benar-benar  mendapat kejelasan mereka tidak mendapat pengakuan dari keluarga sehingga bisa sah dinyatakan terlantar. Kemudian,  institusi terkait menyerahkan ke RS Prof Ngoerah melakukan kremasi secara massal. 

 Baca Juga: Rebutan Hasil Kremasi Mayat, Warga Pangkung Tibah Tutup Krematorium

Karena proses kremasi jenazah butuh kepastian hukum, ada jenazah sudah dua tahun  disimpan di RS Prof Ngoerah

"Jenazah ini terlantar ada dua tahun Agustus 2021dan terakhir Maret 2022. Setelah menelusuri kedutaan terkait bisa diserahkan akhirnya memperoleh kejelasan sehingga tidak ada diakui dikategorikan terlantar sehingga diambil alih massal," ucapnya

Lanang mengatakan pemilihan hari kremasi berdasarkan hari baik menurut agama Hindu. Dari 15 jenazah dari RS Prof Ngoerah delapan diantaranya dewasa dan tujuh masih  bayi. Selain itu  tiga   WNA.  Satu Jerman dan dua orang Australia.

 Baca Juga: RS Sanglah Kremasi 30 Jenazah Telantar secara Hindu, Terlama dari 2017

Pembiayaan kremasi jenazah terlantar dari program corporate social responsibility (CSR). Jumlah biaya pembebasan perawatan dan penitipan jenazah di RSUP Prof Ngoerah sebesar Rp. 2.386.276.800.***

 

Editor : M.Ridwan
#kremasi #Pemulasaran #jenazah terlantar #rsup prof ngoerah