AMLAPURA, Radar Bali.id- Malam pergantian tahun baru pada Minggu (31/12/2023) digegerkan dengan kebakaran sebuah vila yang ada di Banjar Dinas Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang. Akibat kejadian itu, pemilik mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Gede Sukadanaa didampingi Kapolres Karangasem mengatakan, kebakaran villa Aura tersebut pertama kali dilihat oleh pengunjung sekitar pukul 22.00 malam hari. Pengunjung tersebut melihat kobaran api pada bagian atap bangunan villa.
"Kobaran api sudah dilihat membesar, karena atapnya berbahan ilalang. Pengunjung dan pegawai villa sempat melakukan pemadaman dengan alat seadanya," ujarnya dikonfirmasi Senin (1/1/2023).
Selanjutnya, perisitiwa kebakaran itu dilaporkan kepada pemilik villa yakni Nevi Anggriani yang kemudian dilaporkan ke pihak pemadam kebakaran. Selanjutnya, pemilik dibantu staf villa dan juga warga sekitar berusaha menyelamatkan beberapa barang yang ada dj villa tersebut.
"Sekitar 15 menit kemudian, petugas pemadam datang melakukan penanganan," terang Sukadana.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut. Akibat kejadian itu, pemilik villa mengalami kerugian hingga Rp 35 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Karangasem, Made Agus Budiyasa, menuturkan, untuk penanganan, pihaknya menerjunkan dua regu dengan jumlah 28 personel dan lima unit armada damkar.
Pada sekitar pukul 22.51 Wita. Mendengar info, petugas langsung ke lokasi dengan mengerahkan dua regu dengan jumlah personel 28 orang.
Sedangkan mobil yang ke lokasi sebanyak 5 unit. "Pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Air yang dihabiskan sekitar 70 ribu liter air," kata Agus Budiyasa.
Selain kebakaran villa, kebakaran juga terjadi pada Senin (1/1) sekitar pukul 13..10 siang hari. Objek yang terbakar yakni salah satu bangunan pura yang berada di Lingkungan Gede, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem.
Informasi yang didapat koran ini, kebakaran pertama kali diketahui salah seorang warga yang melintas. Saat itu melihat asap dari salah satu pura. Saat dicari sumber titik asap, ternyata berasal dari pura dadia bingin Subagan. Diduga, kebakaran dipicu petasan yang nyasar ke bangunan tersebut, mengingat, kondisi tidak ada dupa yang menyala sementara listrik juga dalam kondisi mati.
I Made Agus Budiyasa mengungkapkan, ada dua bangunan pura yang terbakar. "Bangunan meru dan gedong bingin yang terbakar," jelasnya.
Disinggung penyebab, Budiyasa mengaku belum mengetahui secara pasti. "Masih dalam pendalaman pihak kepolisian," katanya.Akibat kejadian itu, mengakibatkan kerugian mencapai Rp 300 juta rupiah. [*]
Editor : Hari Puspita