TABANAN, Radar Bali.id - Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan akhirnya me-regrouping atau menggabungkan enam sekolah dasar (SD) di Tabanan.
Regrouping sekolah ditempuh oleh Dinas Pendidikan Tabanan, selain karena faktor banyak sekolah SD yang jumlah siswanya terbatas.
Juga karena faktor sebagai upaya melakukan efesiensi da efktivitas kegiatan belajar mengajar (KMB). Disamping itu karena adanya sekolah yang masih menempati lahan milik desa adat.
Baca Juga: Regrouping Sekolah Minim Siswa di Jembrana Segera Diputuskan, Miris, Cek Fakta!
Untuk enam sekolah SD yang diregroping oleh Dinas Pendidikan Tabanan. Diantaranya SDN 2 Biaung ke SDN 1 Biaung digabung menjadi satu menjadi SDN 1 Biaung. Kemudian SDN 1 Selemadeg diregrouping ke SDN 2 Selemadeg. Selain itu SDN 3 Bajera digabungkan ke SDN 2 Bajera.
Kabid SD Dinas Pendidikan Tabanan I Made Sukanitera mengatakan regroping enam SD sudah dilakukan. Penyerahan SK telah dilakukan dimasing-masing sekolah. "Total tahun ini ada enam sekolah yang diregroping," ucapnya, Jumat (30/8/2024).
Disebutkan regroping dilakukan sudah melalui tahapan panjang. Salah satunya telah melalui sejumlah kesepakatan banjar setempat.
"Yang SDN 1 Selemadeg itu, warga sudah sepakat untuk dilakukan regroping. Jadi proses regroping yang dilakukan telah clear kalau belum ada kesepakatan kita tidak lakukan," ujarnya.
Sukanitera menjelaskan berbagai pertimbangan mengapa pihaknya melakukan proses regrouping sekolah. Diantaranya karena jumlah siswa pada masing-masing sekolah yang terbatas atau sedikit. Kemudian juga faktor bangunan sekolah yang menempati lahan milik Desa Adat.
"Kalau sesuai petunjuk teknis minimal dalam satu sekolah itu ada siswa secara total 60 siswa. Namun rata-rata sekolah yang diregroping jumlah siswanya dibawab 60 rata-rata 40 siswa," sebutnya.
Dia melanjutkan regroping dilakukan bagian dari proses meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran siswa hingga pemerataan guru. Sebab guru yang sekolahnya diregroping penempatanya disebar di daerah sekolah terdekat.
"Dimana ada posisi kosong, disanalah akan ditempatkan guru yang bersangkutan," pungkasnya. [*]
|
|
|