DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Kasus pencabulan di lingkar pondok pesantren kembali terjadi.
Tengah hangat saat ini kejadian di salah satu ponpes yang berada di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Yayasan Pondok Pesantren berinisial AF (55) dilaporkan ke polisi karena diduga mencabuli 22 Santriwatinya.
Aksi bejat pelaku tersebut kabarnya telah dilakukan sejak tahun 2016 silam menurut pengakuan para korban.
Adapun modus pelaku yakni membohongi korban dengan mengatakan siapapun yang tidur dengannya maka rahimnya akan berkah dan melahirkan wali.
"Itu modusnya pimpinan yayasan ini menjanjikan akan memberikan keberkahan di rahimnya supaya dapat melahirkan anak-anak yang menjadi seorang wali," ungkap Koordinator Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB Joko Jumadi di Mapolresta Mataram, Senin (21/4/2025).
Joko menambahkan, para korban sudah melapor ke Polresta Mataram didampingi Aliansi Stop Kekerasan S3ksual NTB.
Diketahui, untuk sementara 22 orang santri yang sudah masuk laporannya sebagai korban.
Adapun yang berani melaporkan ke kepolisian baru 7 korban pekan lalu.
Menurut keterangan Joko para korban berani angkat bicara atau melaporkan peristiwa menyedihkan tersebut usai menonton drama Walid Bidaah.
Drama tersebut viral di media sosial yang menceritakan tentang ketua Ponpes bernama Walid yang dibintangi Faizal Hussein.
Walid mencabuli para santriwatinya dan kisah tersebut dianggap mirip dengan yang terjadi di salah satu ponpes Lombok Barat NTB.***
Editor : Desi Rabiati