RADAR BALI - Manajemen Garuda Wisnu Kencana akhirnya membongkar tembok yang menghalangi akses warga di Banjar Giri Dharma, Ungasan, Badung.
Berdasarkan postingan di Instagram Bupati Badung Adi Arnawa, pembongkaran dilakukan oleh belasan pekerja GWK sejak pukul 08.00 WITA.
Pembongkatan disaksikan manajemen GWK, kelian banjar, dan sejumlah warga.
Tembok yang dibongkar merupakan akses yang menghalangi sejumlah rumah di Banjar Giri Dharma untuk bekerja, sekolah, dan beraktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bertemu manajemen GWK pada Senin (30/9) sekitar pukul 22.30 WITA di Jaya Sabha.
Koster mengakui lahan yang mengarah ke jalan penghubung antardesa tersebut merupakan tanah milik GWK.
Meski demikian, Koster mengimbau pengelola GWK menggunakan pendekatan kultural agar tidak berkonflik dengan warga sekitar.
"GWK tidak boleh memusuhi warga melainkan harus dirangkul sebagai ekosistem yang mendukung keberadaan GWK sehingga citranya terjaga dengan baik," katanya.
Menanggapi hal tersebut, manajemen GWK menjanjikan akan membongkar sejumlah pagar yang menghalangi langsung akses warga pada 1 Oktober 2025.
Sebelumnya, GWK tidak menindaklanjuti hasil rapat Komisi I DPRD Bali yang meminta pembongkaran pagar maksimal 29 September 2025 pukul 00.00 WIB. ***
Editor : Ibnu Yunianto