Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Professional Academy Bali Gembleng Tim PBF, Bongkar Strategi “From Visit to Closing”

Maulana Sandijaya • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:36 WIB
KOMPAK: Peserta One Day Workshop “From Visit to Closing: Strategi Efektif Pharmaceutical Account Executive di PBF”, Minggu (8/2/2026).
KOMPAK: Peserta One Day Workshop “From Visit to Closing: Strategi Efektif Pharmaceutical Account Executive di PBF”, Minggu (8/2/2026).

NEGARA, Radarbali.id – Banyak tenaga pemasaran Pedagang Besar Farmasi (PBF) menghadapi persoalan klasik berupa kunjungan rutin ke pelanggan terus dilakukan, namun hasil closing masih minim. Menjawab tantangan tersebut, Professional Academy Bali menggelar One Day Workshop “From Visit to Closing: Strategi Efektif Pharmaceutical Account Executive di PBF”, Minggu (8/2/2026).

Workshop yang berlangsung pukul 10.00–15.00 WITA itu diikuti sekitar 20 peserta dari tim pemasaran sektor farmasi. Pelatihan dikemas dengan metode interaktif dan role play untuk membekali peserta kemampuan komunikasi, negosiasi, hingga teknik closing yang lebih terarah.

Salah satu perusahaan yang turut mengirimkan tim dalam kegiatan ini adalah PT Banyuwangi Pharma Utama (BPU). Perusahaan menilai peningkatan kompetensi tenaga pemasaran menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi kompetisi distribusi farmasi yang semakin ketat.

Owner perusahaan, dr. Pipit Isnardy, menegaskan bahwa pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan timnya di lapangan.

“Kami memandang pelatihan ini penting untuk membekali tim agar mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Tidak cukup hanya rajin visit, tetapi harus bisa memberikan solusi kepada pelanggan dan menghasilkan closing,” tegas dr. Pipit Isnardy.

Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Amerta Sesari Indonesia, sebagai bentuk komitmen dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada sektor distribusi dan layanan farmasi.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama Ns. Gede Wardana, S.Kep., MAHSM, yang dikenal aktif dalam pengembangan pelatihan berbasis kompetensi. Dalam pemaparannya, Wardana menekankan bahwa persoalan closing bukan hanya dipengaruhi harga produk, namun lebih pada strategi membangun kepercayaan pelanggan dan memahami pola keputusan pembelian.

“Banyak sales farmasi bekerja keras, tetapi closing belum konsisten karena belum memahami siapa decision maker dan bagaimana membangun momentum transaksi. Kuncinya adalah value selling, bukan sekadar perang harga,” ungkap Ns. Gede Wardana.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga dibekali pemetaan pelanggan melalui konsep Buying Decision Unit (BDU), teknik menangani penolakan, hingga strategi follow up yang efektif untuk menciptakan repeat order. Beberapa peserta berasal dari jaringan mitra seperti Apotek Lukito, Apotek Jajag, Apotek Al Hanif, dan Apotek Glenmore, yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai distribusi farmasi.

Penyelenggara, Professional Academy Bali, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendorong SDM pemasaran farmasi agar lebih profesional dan mampu memberikan dampak langsung pada peningkatan pelayanan serta kinerja bisnis.

Melalui workshop ini, diharapkan peserta tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan closing, tetapi juga membangun relasi jangka panjang dengan pelanggan berbasis pelayanan yang cepat, tepat, dan terpercaya. ***

 

Editor : Maulana Sandijaya
#Ns Gede Wardana #Pedagang Besar Farmasi #Professional Academy Bali