Video aksi baku hantam dua kelompok pemuda itu, tersebar sejak Minggu (13/11) siang. Di dalam video ada puluhan pemuda dari dua kelompok yang memenuhi ruas Jalan Ahmad Yani Singaraja. Tepatnya di depan BRI Unit Banyuasri, yang terletak di sebelah timur RSU Parama Sidhi.
Para pemuda itu saling pukul di tengah jalan raya. Aksi pukul-pukulan itu hanya berlangsung singkat tak, sampai satu menit. Para pemuda itu langsung bergegas membubarkan diri. Dalam video terekam beberapa nomor plat kendaraan bermotor. Salah satunya sepeda motor dengan nomor polisi DK 3660 VV.
Kabar adanya aksi tawuran itu sebenarnya telah beredar sejak pekan lalu. Saat itu ada beberapa pesan WhatsApp yang meminta agar masyarakat menghindari kunjungan ke Pantai Penimbangan pada malam hari. Sebab ada potensi terjadinya keributan.
Belakangan muncul video yang berisi rekaman adegan baku hantam kelompok pemuda tersebut. Belum diketahui secara pasti kapan dan motif aksi perkelahian tersebut.
Kapolsek Kota Singaraja AKP Suaka Purnawasa mengaku pihaknya mencari tahu kebenaran video tersebut. “Kami masih cari tahu. Kadang-kadang kan itu bisa kejadian lama tapi diposting lagi. Tim kami masih melakukan pengecekan,” kata Suaka.
Suaka mengklaim tidak ada aksi tawuran yang terjadi pada Sabtu (12/11) malam hingga Minggu (13/11) dini hari. Ia berani memastikan hal tersebut, karena sebagian besar personel kepolisian melakukan patroli dan pengawasan di kawasan Kota Singaraja. Utamanya jelang Presidensi G20.
“Malam Minggu itu semua satuan dari Bhabinkamtibmas, intel, reskrim SPKT, dan opsnal di lapangan itu turun. Malam Minggu memang pengamanan dari Pantai Penimbangan ke barat itu kami pertebal. Apalagi menjelang G20. Di lapangan tidak ada kejadian tadi malam. Kami akan pastikan lagi, itu kejadian kapan,” ujarnya. (eka prasetya/radar bali)
Editor : Hari Puspita