Penemuan jenazah itu bermula saat warga mencium bau tidak sedap. Warga berusaha mencari sumber bau tersebut, namun gagal. Sehingga warga mengambil kesimpulan bahwa jenazah itu ada di saluran drainase dekat SMA PGRI Seririt. Salah seorang warga kemudian turun dan melihat kondisi gorong-gorong.
Ternyata benar saja, ada sesosok jenazah di sana. “Kami sudah berusaha cari dari pagi sumber baunya di mana. Ternyata ada di dalam gorong-gorong. Akhinya dilaporkan ke Bimas (petugas Bhabinkamtibmas) di sini,” kata Putu Ardika salah seorang warga.
Polisi kemudian meminta bantuan pada Pos SAR Buleleng untuk melakukan evakuasi. Tim SAR sempat berusaha mengevakuasi jenazah itu, namun tersangkut sedimentasi yang begitu tebal. Jenazah juga sudah membengkak sehingga menyulitkan upaya evakuasi.
Alhasil tim SAR memutuskan membongkar saluran drainase tersebut. Butuh waktu selama satu jam untuk membongkar saluran itu. Sebab material yang digunakan untuk gorong-gorong cukup tebal.
“Kami melakukan evakuasi cukup lama karena korban berada digorong-gorong sempit. Diperlukan waktu satu jam lebih untuk membongkar gorong-gorong,” kata Kepala Pos SAR Buleleng, Dudi Librana Marjaya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah itu ternyata sulit dikenali. Polisi langsung meminta agar jenazah itu dibawa ke Ruang Jenazah RSUD Buleleng guna menjalani proses identifikasi. Jenazah kemudian diangkut ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng.
“Jenazahnya sudah tidak bisa dikenali. Yang pasti jenis kelaminnya laki-laki. Makanya kami arahkan ke ruang jenazah, supaya forensik nanti membantu identifikasi. Jadi kalau ada yang kehilangan sanak keluarganya, kami harap segera melapor untuk memudahkan identifikasi,” kata Kapolsek Seririt AKP Made Suwandra. (eps/rid) Editor : M.Ridwan