Rencana pengisian bendungan itu dipastikan oleh Satuan Non Vertikal Tertentu (SVNT) Pembangunan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Kemarin pihak BWS bertemu dengan sejumlah instansi teknis di Pemkab Buleleng, serta para perbekel di wilayah terdampak. Pertemuan berlangsung di Kantor Unit Pengelola Bendungan (UPB) Tamblang, Rabu (18/1/2023) pagi.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa BWS akan melakukan proses pengisian mulai Jumat. Pengisian akan dilakukan secara bertahap. BWS memperkirakan ketinggian air akan bertambah setinggi 1,5 meter per hari.
Dari hitung-hitungan tersebut, diperkirakan bendungan akan penuh dalam waktu 20 hari. Saat itu ketinggian air di tubuh bendungan akan mencapai saluran spill out atau saluran limpasan yang mencapai batas atas bendungan. Proses pengisian bisa saja terjadi lebih cepat, atau bahkan lebih lambat. Tergantung kondisi air dari wilayah hulu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan II BWS Bali Penida, Wayan Andi Frederich Gunawan mengatakan, proses pengisian dilakukan karena proses pembangunan telah tuntas secara fisik.
Selain itu pihaknya telah mengantongi sertifikat yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengisian. Dari pemantauan instrumen elektronik juga tubuh bendungan dinyatakan dalam kondisi stabil. Sehingga pengisian dapat dilakukan.
Ia menjamin proses pengisian tak akan menganggu suplai air ke kawasan hilir. Saat ini BWS telah memasang pipa yang bernama bottom outlet. Pipa tersebut akan mengalirkan air dengan kapasitas 1,1 kubik per detik. Jumlah tersebut diklaim sudah cukup untuk mengairi sawah di kawasan hilir.
“Kami jamin air akan tetap mengalir ke hilir selama pengisian. Jadi kebutuhan air untuk masyarakat di hilir, utamanya yang butuh untuk lahan pertanian, tetap terpenuhi,” tegasnya.
Di samping itu pihaknya juga telah menyiapkan rencana darurat apabila terjadi hal yang tak diinginkan. Ia menyebut seluruh wilayah bendungan telah dipasangi jalur evakuasi. Selain itu rambu-rambu himbauan juga telah disiapkan.
“Karena ketinggian air akan terus naik, kami sudah pasang sampai mana batas amannya. Supaya masyarakat tidak beraktivitas terlalu jauh ke dalam bendungan,” demikian Andi.
Sekadar diketahui pembangunan Bendungan Tamblang telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Keberadaan bendungan itu disiapkan untuk menyuplai kebutuhan air baku di kawasan Kecamatan Sawan, Kubutambahan, bahkan hingga Tejakula. Diperkirakan bendungan ini akan menyuplai air bersih dengan kapasitas 510 liter per detik.
Tubuh bendungan membentang dari Desa Sawan menuju Desa Bila dengan panjang 260 meter. Kapasitas genangan bendungan diperkirakan menampung air hingga 7 juta kubik. Wilayah genangan bendungan akan mencakup beberapa desa. Yakni Desa Bila dan Desa Bontihing di Kecamatan Kubutambahan, serta Desa Sawan dan Desa Bebetin di Kecamatan Sawan. [eka prasetya/radar bali]
Editor : Hari Puspita