Proses pengisian dilakukan sejak Jumat pagi. Pintu bendungan dan terowongan pengelak akhirnya ditutup. Sebelum ditutup, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyemprot pintu bendungan dengan air bertekanan tinggi. Hal itu untuk memastikan pintu bendungan tahan dengan kekuatan air bertekanan tinggi. Apalagi berat pintu tersebut mencapai tiga ton.
“Sebelum impounding (pengisian bendungan) kami cek seluruh alat dan komponen. Kami harus hati-hati. Persiapan teknisnya harus benar-benar matang sampai kami menutup pintu bendungan dan melakukan pengisian,” kata Kepala Satuan Kerja Bendungan pada BWS Bali Penida, I Komang Gede Putera Antara saat ditemui kemarin (20/1).
Antara mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis. Ia menyatakan tak seluruh aliran air dari Tukad Yeh Aya ditutup. BWS masih membuka sebuah pipa yang diberi nama bottom outlet. Pipa itu akan mengalirkan air dengan kapasitas 1,1 kubik. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan air untuk lahan pertanian masih bisa terpenuhi.
Selain itu pihaknya telah menyiapkan sebuah ruang kontrol. Ruang itu berfungsi memantau berbagai instrumen elektronik yang dipasang di penjuru tubuh bendungan. Instrument itu akan mampu mendeteksi pergeseran, penurunan, hingga rembesan. Hal itu dibutuhkan untuk mengantisipasi hal yang diinginkan. Misalnya terjadi pergeseran tubuh bendungan gegara pengaruh gempa bumi.
Disamping itu, angka-angka dalam panel instrumen akan jadi salah satu data dalam pengajuan izin operasional bendungan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Setelah diisi bukan berarti bisa langsung bisa beroperasi. Kami harus minta izin operasional dulu ke Komisi Keamanan Bendungan. Kalau sudah dinyatakan aman, baru ada izin operasi dari Menteri PU. Itu prosesnya paling cepat antara 4-5 bulan,” ujarnya.
Kendati memakan waktu cukup lama, Putera Antara memastikan bahwa bendungan ditargetkan beroperasi pada tahun ini. Sehingga air yang dikumpulkan bisa dioptimalkan untuk pemenuhan kebutuhan irigasi, air baku untuk konsumsi, hingga pengendali banjir.
Sekadar diketahui, proses pengisian Bendungan Tamblang diperkirakan memakan waktu hingga 20 hari. Diperkirakan bendungan ini akan menyuplai air bersih dengan kapasitas 510 liter per detik. Tubuh bendungan membentang dari Desa Sawan menuju Desa Bila dengan panjang 260 meter. Kapasitas genangan bendungan diperkirakan menampung air hingga 7 juta kubik. Wilayah genangan bendungan akan mencakup beberapa desa. Yakni Desa Bila dan Desa Bontihing di Kecamatan Kubutambahan, serta Desa Sawan dan Desa Bebetin di Kecamatan Sawan. (eps/rid) Editor : M.Ridwan