Kecelakaan itu melibatkan dua truk. Masing-masing truk dengan nomor polisi DK 8040 DO serta truk dengan nomor polisi AG 9913 KI yang dalam kondisi kosong.
Peristiwa bermula saat truk dengan nomor polisi DK 8040 DO yang dikemudikan Edi Priyono, 29, warga Desa Tamansari, Banyuwangi, melaju dari arah Gerokgak menuju Gilimanuk. Saat itu truk mengangkut muatan berupa kabel dan alat-alat listrik. Truk itu diketahui milik salah satu kontraktor listrik.
Selain mengangkut muatan, truk juga mengangkut sejumlah penumpang. Mereka adalah Mohamad Azis Fikri, 19, dan Andre Eko Wahyudi, 41, yang duduk di sebelah sopir. Sementara di bak belakang, duduk Mohamad Soleh, 35, Siding, 46, dan Muhamad Imbroni, 36.
Tatkala melintas, truk yang dikemudikan Edi Priyono mendadak mengalami pecah ban pada ban belakang kiri. Saat ban pecah, truk diduga tengah melaju dalam kecepatan 80 kilometer per jam. Dampaknya truk tersebut oleng dan menabrak truk AG 9913 KI yang dikemudikan Edi Kurniadi, 43, warga Desa Bataan Bondowoso, yang datang dari arah Gilimanuk menuju Singaraja.
Akibat peristiwa itu, kedua truk mengalami benturan keras di bagian depan. Truk dengan nomor polisi DK 8040 DO pun terguling. Muatan berupa barang dan orang yang ada di bak belakang terlempar. Bahkan dua orang penumpang terlempar dan kepalanya terbentur ke jalan raya.
Dua orang penumpang truk DK 8040 DO yang berada di bak belakang truk tewas seketika di tempat kejadian (TKP). Mereka adalah Siding dan Muhammad Imbroni. Keduanya mengalami cedera kepala berat. Sementara penumpang lainnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk karena mengalami lecet.
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi menyatakan peristiwa kecelakaan itu terjadi gegara kelalaian pengemudi truk DK 8040 DO. “Pengemudi lalai tidak mengecek kondisi kelaikan kendaraan sebelum mengemudikan kendaraan di jalan. Sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan korban meninggal dunia,” kata Sumarjaya. (eps)
Editor : Donny Tabelak