Kemarin harga beras premium di pasar tradisional menyentuh angka Rp 14 ribu per kilogram. Lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang hanya Rp 12 ribu per kilogram. Sementara beras medium menyentuh Rp 12 ribu per kilogram, dari HET beras medium sebesar Rp 10 ribu per kilogram.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini mengatakan, sejumlah harga komoditas sudah terkendali. Contohnya bawang putih, bawang merah, dan cabai.
Hanya saja, beberapa komoditas pokok justru terus naik. Yakni beras, daging ayam, dan telur ayam. “Tiga komoditas ini kan banyak dicari, apalagi mau Idul Fitri. Telur itu sudah pasti dipakai untuk buat kue,” kata Rousmini.
Menurutnya pemerintah sudah berupaya melakukan langkah pengendalian harga. Salah satunya melakukan operasi pasar di sejumlah desa. Selain itu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) juga diminta menyuplai beras murah ke pasar tradisional. “Setiap hari saya sudah minta Perumda Pasar dan Perumda Swatantra buka gerai. Paling penting sediakan beras lokal. Supaya harganya cepat turun,” imbuhnya.
Selain itu pemerintah juga berupaya memenuhi pasokan beras. Saat ini petani kesulitan memenuhi kebutuhan dalam daerah, karena terjadi anomali cuaca. Musim panen raya yang biasanya jatuh pada akhir Maret, diprediksi bergeser hingga akhir April mendatang. (eps) Editor : Donny Tabelak