BULELENG-Kemiskinan ekstrim tengah jadi perhatian. Pemerintah pusat menargetkan angka tersebut menjadi nol pada tahun 2024. Sementara Buleleng menargetkan angka kemiskinan ekstrim di wilayahnya menjadi nol pada tahun ini. Seperti apa strateginya?
Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Kav Angga Nurdyana menunjukkan sejumlah foto-foto rumah warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim. Rumah tersebut telah disurvei satu persatu oleh prajurit TNI. “Kondisinya memprihatinkan. Jadi antara rumah tinggal dengan kendang, tidak beda jauh,” kata Angga.
Akhirnya prajurit TNI memutuskan turun tangan. Mereka siap membantu Pemkab Buleleng mengentaskan angka kemiskinan ekstrim. Terutama dengan mengubah kondisi hunian mereka, menjadi lebih layak.
Angka kemiskinan ekstrim di Buleleng sebenarnya hanya 349 kepala keluarga. Pendapatan mereka di bawah Rp 360 ribu per bulan. Pemerintah telah berusaha memberikan bantuan agar pendapatan meningkat. Hanya saja mereka tersandera dengan kondisi hunian yang kurang layak.
Tahun ini, lewat agenda karya bakti, TNI turun tangan melakukan perbaikan hunian warga. Dari 349 keluarga miskin, sebanyak 283 orang diantaranya akan dibantu perbaikan huniannya. TNI turun tangan melakukan perbaikan dengan mengerahkan prajurit melakukan perbaikan rumah.
Dandim Angga mengklaim, pemanfaatan tenaga TNI akan memudahkan pemerintah memperbaiki hunian. Sebab biaya yang dikeluarkan lebih murah. Masing-masing keluarga akan menerima sebuah rumah permanen dengan satu kamar, satu kamar mandi, dapur, dan teras.
“Untuk satu rumah butuh biaya Rp 20 juta. Kalau itu tender, ada tambahan biaya ongkos tukang dan biaya langsir material. Karena lokasi warga miskin ekstrim ini rata-rata jauh dari jalan. Jadi butuh langsir material. Kami target satu unit rumah selesai dalam 12 hari,” jelas Angga.
Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Harfaendi mengatakan karya bakti merupakan salah satu poin wajib TNI. Ia berharap seluruhnya bisa tuntas dalam waktu dekat. “Untuk yang tersisa, kami harap tahun depan bisa kolaborasi dan sinergi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana berharap semua pihak bersinergi mengentaskan kemiskinan ekstrim. Menurutnya pemerintah sudah memberi jaminan kesehatan, beasiswa, serta pangan. Namun kondisi rumahnya belum layak huni. “Penanganannya tidak bisa dilakukan secara biasa. Tapi harus dilakukan secara luar biasa. Makanya kami terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan dunia usaha. Kami harap ini bisa tuntas akhir tahun ini,” tegasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak