SINGARAJA– Sebuah mobil travel terguling di Ruas Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.
Kecelakaan terjadi pada Jumat (22/9) pukul 15.55. Insiden bermula saat mobil travel Toyota Hiace dengan nomor polisi R 7323 OA melaju dari arah Gilimanuk menuju Singaraja. Mobil itu mengangkut sepuluh orang wisatawan mancanegara asal Belgia.
Rencananya kendaraan tersebut angkat mengangkut wisatawan dari Pemuteran, kembali ke Bandara Ngurah Rai. Seluruhnya merupakan rombongan wisatawan yang semula berlibur di Desa Pemuteran – salah satu destinasi wisata favorit di Bali Utara.
Dalam perjalanan menuju bandara, pengemudi yang belum diketahui identitasnya memilih melalui jalur Singaraja, ketimbang melalui Gilimanuk. Naas saat sampai di Desa Pengulon, mobil tiba-tiba oleng dan terguling.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Kanisius Franata mengatakan, kendaraan tersebut mengangkut sepuluh orang wisatawan mancanegara asal Belgia yang hendak menuju Bandara Ngurah Rai. Saat memasuki lokasi kejadian di wilayah Banjar Dinas Munduk Sari, Desa Pengulon, mobil hendak mendahului kendaraan didepannya.
“Pada saat di TKP, mendahului kendaraan didepannya, akhirnya hilang kendali. Sehingga kendaraan oleng dan menabrak pohon,” ujar Kanisius.
Dalam rekaman video yang diterima radarbali.id, terlihat mobil dalam posisi terguling. Warga setempat berusaha mengeluarkan para pengemudi dan penumpang. Mereka akhirnya keluar satu demi satu.
Penumpang yang tidak sadarkan diri langsung dievekuasi menuju RSU Santi Graha Seririt. Ada dua unit ambulans yang disiagakan, salah satunya milik komunitas setempat dan lainnya milik Pelindo Celukan Bawang.
Ada pula sejumlah penumpang yang dirawat seadanya di bale sekepat milik warga. Wisman itu terlihat mengalami luka-luka di bagian wajah, kaki, dan tangan. “Masih tunggu ambulans,” ujar warga.
Kanisius mengatakan polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Termasuk mendata identitas pengemudi serta penumpang kendaraan travel tersebut.
“Fokus kami mengevakuasi para korban untuk mendapat pengobatan. Kendaraan juga sudah dibawa ke pinggir jalan raya, biar tidak mengganggu arus lalu lintas,” imbuhnya. (*)
Editor : Donny Tabelak