Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hektaran Sawah di Buleleng Gagal Panen, Distan Klaim Pasokan Beras Aman

Eka Prasetya • Rabu, 1 November 2023 | 09:05 WIB
Lahan sawah di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara mulai alami kekeringan.
Lahan sawah di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara mulai alami kekeringan.

SINGARAJA- Sedikitnya 6,74 hektare lahan tanaman padi di Buleleng mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan. Hektaran sawah tersebut mengalami kekeringan sejak bulan Agustus lalu.

Data di Dinas Pertanian Buleleng menunjukkan, puso terparah terjadi pada bulan Agustus lalu. Saat itu ada 4,2 hektare lahan yang mengalami kekeringan hingga gagal panen. Sementara pada bulan Oktober pada 0,55 hektare yang mengalami gagal panen.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Buleleng, Made Suadnyana mengatakan, Dinas Pertanian sebenarnya sudah sejak jauh-jauh hari meminta petani mengantisipasi. Idealnya petani mengubah pola tanam. Pada musim kemarau, idealnya petani beralih komoditas menjadi tanaman palawija.

Hanya saja petani cenderung enggan mengubah pola tanam. Alasannya biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Mereka harus melakukan pengolahan tanah dan pembelian bibit. Keduanya membutuhkan biaya yang cukup besar.

Selain itu petani juga memilih untung-untungan. “Tahun lalu kan kondisi kekeringannya tidak seperti tahun ini. Jadi yang diacu kondisi tahun lalu. Akhirnya terjadi puso. Itu kerusakannya sudah di atas 75 persen,” katanya.

Meski terjadi puso, Suadnyana mengklaim pasokan pangan tidak terganggu. Pada musim tanam April-September, luas tanam padi di Buleleng diperkirakan mencapai 14 ribu hektare. Sementara puso yang terjadi hanya 6,74 persen.

“Secara persentase sebenarnya tidak besar. Tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil panen. Tapi itu kan tetap berdampak pada pendapatan petani,” imbuhnya.

Distan pun menganjurkan agar petani ikut serta dalam Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP). Sehingga kerugian yang terjadi akibat puso dapat ditanggung program asuransi. ****

Editor : Donny Tabelak
#gagal panen #sawah #puso #kekeringan