SINGARAJA-Ada yang menarik dari dekorasi natal di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Sabda Bayu, Singaraja. Pihak gereja menghadirkan pohon natal ramah lingkungan yang bisa didaur ulang. Pohon natal itu terbuat dari potongan-potongan bambu.
Selama ini gereja yang terletak di Jalan Gatot Kaca, Singaraja itu memang dikenal menghadirkan dekorasi ramah lingkungan. Beberapa tahun belakangan dekorasi di gereja itu berbahan dasar plastik-plastik bekas. Pohon natalnya pun dibuat dari botol-botol bekas.
Tahun ini mereka menggunakan bahan yang berbeda. Yakni dari bambu bekas proyek bangunan. Pohon natal itu mulai dikerjakan pada Kamis (14/12) pekan lalu, dan tuntas dipasang pada Sabtu (16/12). Total tinggi pohon natal itu mencapai lima meter.
Pihak gereja tidak merogoh kocek untuk membuat dekorasi itu. “Kebetulan banyak yang membangun, bambunya dibuang di selokan. Lalu bambu-bambu itu dikumpulkan. Jemaat kami kemudian berinisiatif merangkai bambu itu menjadi sebuah pohon natal,” kata Pendeta GKPB Sabda Bayu, Pdt. Putu Yosia Yogiartha.
Selain itu, bambu sengaja dipilih karena mudah didapat serta mudah dibentuk. Selain itu selepas hari raya Natal, bambu masih bisa digunakan untuk kepentingan lain. Misalnya membuat kandang ternak peliharaan.
“Sengaja ini tinggi sampai lima meter. Ada juga bintang di puncak dekorasinya. Jadi secara simbol, orang merayakan Natal, hatinya mengarah kepada Tuhan,” tegasnya.
Rangkaian ibadah Natal di GKPB Sabda Bayu telah berlangsung sejak Minggu (3/12) lalu dengan ibadah adven pertama.
Ibadah akan terus berlanjut. Pada Jumat (22/12) akan dilangsungkan perayaan Natal, lalu ibadah malam Natal pada Minggu (24/12), serta puncaknya ibadah Natal pada Senin (25/12) mendatang. ***
Editor : Donny Tabelak