SINGARAJA, Radar Bali.id-Kasus penemuan potongan tubuh bayi yang menggemparkan di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng sudah berjalan lebih dari sepuluh hari sejak pertama kali viral pada Sabtu (20/1/2024).
Namun, kasus tersebut masih gelap lantaran polisi melalui Tim Khusus (Timsus) Polres Buleleng belum menemukan pemilik dan pembuang bayi malang tersebut di wilayah Banjar Dinas Alas Arum.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menjelaskan hingga saat ini dari hasil penyelidikan Timsus Polres Buleleng, telah dilakukan pemeriksaan saksi sebanyak sepuluh orang.
Saksi-saksi tersebut, kata AKP Diatmika, merupakan warga yang ada di sekitar lokasi penemuan potongan bayi itu. Disinggung mengenai hasil pemeriksaan sementara, Kasi Humas Polres Buleleng enggan membeberkan secara jelas dengan alasan masih menjadi kepentingan penyelidikan.
“Sampai saat ini, polisi sudah memeriksa sepuluh orang saksi yang merupakan warga sekitar. Kami tetap berupaya agar kasus ini segera terungkap,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (31/1/2024) siang.
Lalu bagaimana dengan hasil otopsi? AKP Diatmika menerangkan bila pihaknya hingga saat ini belum menerima secara resmi hasil otopsi bayi malang tersebut dari Instalasi Forensik RSUD Buleleng.
Oleh karena itu, mengenai penyebab kematian hingga terpisahnya tubuh dan organ bayi itu belum dapat dipastikan secara detail, apakah menjadi korban mutilasi atau karena dikoyak binatang.
"Untuk hasil otopsinya belum keluar. Saat ini, potongan tubuh dan organ dalam bayinya masih dititipkan di RSUD Buleleng," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kalianget, Kecamatan Seririt dihebohkan dengan penemuan potongan tubuh bayi di semak-semak. Temuan itu terjadi di Banjar Dinas Alas Harum, Desa Kalianget pada Sabtu (21/1/2024) sekitar pukul 06.00 WITA.
Penemuan ini diketahui Made Surtikanti, 44, yang rumahnya juga di sekitar lokasi penemuan. Awalnya, saksi Surtikanti melihat ibunya, Wayan Gelis, 60, tengah mencari daun pisang di sebelah barat rumahnya.
Saat bersamaan, Surtikanti melihat seekor anjing sedang menggigit sesuatu. Ia pun berinisiatif menggertak anjing tersebut agar melepaskan benda yang digigitnya. Surtikanti saat itu sepintas melihat benda tersebut menyerupai potongan kaki bayi.
Berusaha memastikan, saksi lalu mendekati benda itu dan ternyata ada dua potongan kaki bayi ditambah organ dalam. Surtikanti lalu menghubungi suaminya untuk melaporkan penemuan itu ke aparat desa.
Dari penelusuran lebih lanjut oleh Kelian Banjar Dinas Alas Arum, ternyata ditemukan kembali beberapa kantong plastik di pinggir pantai Desa Kalianget yang diduga berisi organ dalam lainnya.
Berdasarkan pengecekan, ditemukan dua potong kaki, usus, dan hati bayi di sebelah barat tembok rumah saksi. Di pinggir pantai ditemukan tali pusar sepanjang 40 cm dan ari-ari bayi berisi darah di dalam plastik.
Selain itu, ditemukan juga satu potong baju kebaya anak-anak, satu potong sarung bantal, dan satu potong pampers yang semuanya diduga berisi bercak darah.
Untuk mempercepat proses pengungkapan, Polres Buleleng membentuk Tim Khusus (Timsus) yang merupakan gabungan dari Polsek Seririt dan Buser Polres Buleleng, untuk mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan.
Tugas timsus ini tak hanya mencari data dan informasi ke bidan dan rumah sakit, mengenai ibu melahirkan. Tetapi juga melakukan penyisiran di lokasi penemuan, untuk mendapatkan bukti-bukti lainnya. [*]
Editor : Hari Puspita