Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diguyur Hujan, SDN 3 Bungkulan Terendam Lumpur, Ternyata Ini Penyebabnya

Francelino Junior • Rabu, 28 Februari 2024 | 02:25 WIB

KOTOR : Suasana halaman SDN 3 Bungkulan yang terendam lumpur pasca diterjang banjir pada Minggu (25/2/2024) malam.(francelino junior/radar bali)
KOTOR : Suasana halaman SDN 3 Bungkulan yang terendam lumpur pasca diterjang banjir pada Minggu (25/2/2024) malam.(francelino junior/radar bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id-Hujan yang mengguyur Kabupaten Buleleng pada Minggu (25/2/2024) hampir seharian penuh, ternyata membuat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bungkulan, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng terkena banjir dan terendam lumpur.

Kepala SDN 3 Bungkulan, I Made Surya Restu Cahyono mengungkapkan bila ia mendapat informasi bila sekolahnya terdampak banjir pada Minggu (25/2/2024) petang.

Surya Restu lalu mengecek kondisi sekolah melalui CCTV, dan mendapati ruangan dan halaman sekolah sudah terendam banjir dan lumpur.

Baca Juga: Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Lodtunduh Ubud Gianyar

Ia mengatakan, sekolah dengan total siswa 205 orang itu terendam lumpur yang datang dari arah selatan atau belakang sekolah.

Lumpur itu dibawa aliran air melalui jalan di sisi timur sekolah, lalu masuk dan merendam sekolah yang berada di pinggir Jalan Raya Singaraja-Amlapura itu.

“Ini baru pertama kali terjadi di sekolah kami, sebelumnya tidak pernah seperti ini. Sampai-sampai seluruh ruangan terendam air dan lumpur setinggi 60 cm. Lumpurnya dari sisi selatan lewat jalan tanah di sebelah sekolah, karena tidak ada drainase,” katanya ditemui pada Senin (26/2/2024) siang.

Baca Juga: Parah! Ada 43 Laporan Tanah Longsor di Gianyar di Tahun 2023, Seluruh Wilayah Potensi Rawan Bencana, Ada Apa?

Beruntung, karena siswa di SDN 3 Bungkulan dan siswa pada umumnya di Bali sedang libur Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Nyepi, sehingga peristiwa ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Tetapi akibat diterjang banjir, sebagian barang-barang yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar menjadi hilang. Seperti alat tulis kantor yang hanya tersisa 30 persen, baju petugas upacara bendera, kostum lomba gerak jalan, modul ajar, buku pendamping siswa, hingga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

“Antisipasi cuaca, kami saat ini mengamankan barang-barang elektronik seperti tujuh chromebook yang belum kami buka. Juga dokumen sekolah yang sekiranya tidak terkena banjir di awal,” lanjutnya.

Surya Restu mengatakan, usai melihat sekolah yang tergenang banjir, ia kemudian menghubungi guru-guru juga menginformasikan ke siswa, untuk melakukan gotong royong membersihkan lumpur di dalam ruangan kelas pada Senin (26/2/2024) pagi.

Ia juga mengungkapkan, pihak-pihak terkait juga datang ke SDN 3 Bungkulan untuk memastikan situasi. Seperti Perbekel Desa Bungkulan, Polsek Sawan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan BPBD Kabupaten Buleleng.

Pihaknya pun berencana melakukan pembersihan total pada Jumat (1/3/2024) bersama orang tua murid dan BPBD Buleleng. Mengingat sebagian besar masyarakat tengah bersiap untuk Hari Raya Galungan pada Rabu (28/2/2024) mendatang.

“Kalau pembersihan sudah 60 persen dilakukan, dioptimalkan untuk pembersihan di ruangan terlebih dahulu. Sempat datang dari Damkar Buleleng, tetapi banyak pertimbangan sehingga belum sempat dilakukan pembersihan lumpur di halaman sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi membenarkan bila pihaknya akan turun membantu melakukan pembersihan lumpur di halaman sekolah, pada Jumat (1/3/2024) nanti, berdasarkan kesepakatan dengan guru di SDN 3 Bungkulan.

Sedangkan terkait tembok sekolah yang jebol, pihaknya mengaku menyerahkan perbaikan ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng. Karena sekolah tersebut masuk ke dalam aset pemerintah khususnya pendidikan.

“Yang dibangunan sudah dibersihkan, kalau di halaman sesuai dengan kesepakatan dengan guru akan dilakukan setelah Hari Raya Galungan,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (26/2/2024) sore. [*]

Editor : Hari Puspita
#Dampak Hujan #banjir lumpur #buleleng