SINGARAJA, RadarBali.id-Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah Bali utara. Jumlah dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng tersebut, disebutkan cukup untuk menangani jalan sepanjang 40 km.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan penanganan jalan untuk tahun 2024 dengan dana APBD sebesar Rp 60 miliar, yang bisa menangani jalan sampai 40 km. Menariknya, penanganan total jalan ini meningkat dari sebelumnya yang hanya mampu menangani sampai 20 km.
Selain itu, Adiptha menyebutkan ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 11 miliar, yang akan ikut membantu “memuluskan” kembali jalan kabupaten di Bali utara.
"Penanganan infrastruktur begitu penting, kami menyadari itu, karena tentu ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kami mengalokasikan sekitar 40 persen dari APBD untuk sektor ini," ungkapnya saat menjadi narasumber di salah satu radio pada Sabtu (20/4/2024).
Adiptha menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam pemeliharaan berkala juga mencegah kerusakan yang lebih parah. Serta membangun infrastruktur yang merata, adil, dan terpadu.
Ia melanjutkan, Dinas PUTR juga sudah menyusun rancangan revisi Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RT RW) dengan dimensi waktu 20 tahun. Yang menjadi prioritas adalah pemeliharaan lingkungan, kenyamanan transportasi, dan penyediaan akomodasi serta pemukiman.
Tentu, rancangan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, karena Buleleng yang terbagi atas wilayah timur, tengah, dan barat. Sehingga pola perencanaan sangat penting dengan skala prioritas.
Berdasarkan data yang dihimpun, data jalan di Buleleng sekitar 1.136 km dengan jalan rusak sepanjang 300 meter. Pihaknya memprioritaskan perbaikan jalan di setiap kecamatan secara merata dan berkelanjutan, melalui dua hingga tiga paket proyek.
Adiptha menambahkan, pihaknya juga berkolaborasi dengan Balai Pelaksana Jalan pusat dan Dinas PUPRKim Provinsi Bali untuk penguatan struktur tanah di enam titik strategis. Utamanya di daerah Shortcut Singaraja- Mengwitani.
“Ini juga sebagai upaya dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat yang menggunakan jalan,” lanjutnya.
Ia mengharapkan, upaya dan komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur di Buleleng ikut juga memperkuat fondasi ekonomi. Apalagi sebagian besar masyarakat mengandalkan hasil pertanian.
"Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang solid, kami yakin akan memberikan dampak positif yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Buleleng," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita