SINGARAJA, RadarBali.id-Kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di sejumlah daerah di Provinsi Bali, ternyata belum berpengaruh di Buleleng alias masih aman. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta.
Penegasan itu disampaikan Sudiarta usai melakukan pemantauan langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di Buleleng. Yakni SPBE Temukus dan Kubutambahan pada Senin (3/6/2024).
Ia mengatakan, pasokan gas di Buleleng per hari rata-rata 40-55 ton khususnya untuk gas LPG 3 kg. Pasokan tersebut lantas didistribusikan ke 16 agen yang diteruskan ke 543 pangkalan. Sudiarta bahkan mengatakan hingga saat ini tidak ada indikasi pengurangan kuota gas dari SPBE.
“Dari pantauan kami juga, harga gas masih normal di angka Rp 20 ribu. Ada juga yang sampai Rp 21 ribu. Tapi tidak ada harga yang kami temui di lapangan melampaui harga itu,” ungkap Sudiarta dikonfirmasi pada Selasa (4/6/2024) siang.
Pihaknya melanjutkan sempat ada kenaikan permintaan gas LPG 3 kg, pasca terjadi kelangkaan di beberapa daerah di Bali. Tetapi hal itu tidak berpengaruh di Buleleng, sehingga pasokan gas masih dalam kondisi aman.
Bahkan Dinas Dagperinkop UKM Buleleng memohon kepada Pertamina untuk menambah pasokan gas LPG 3 kg ke Bali utara menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin (17/6/2024).
Tambahannya, berupa pengiriman pasokan gas LPG 3 kg kembali ke masing-masing agen dalam hari yang sama. Meski begitu, Sudiarta mengatakan penambahan tersebut bersifat fakultatif.
“Alokasi tambahan fakultatif gas LPG 3 kg menjelang Idul Adha sejumlah 40,32 ton. Ini untuk antisipasi lonjakan permintaan. Pengirimannya sejak H-2 Idul Adha,” lanjutnya.
Menurutnya, lonjakan permintaan gas LPG 3 kg sering kali terjadi saat ada upacara keagamaan besar. Hal itu pula yang terkadang membuat adanya kelangkaan karena pasokan cepat habis, mengingat keperluan penggunaan gas LPG 3 kg saat itu memang tinggi.
Sudiarta mencontohkan pada bulan Maret lalu, Buleleng dan juga Bali dipenuhi dengan tiga rangkaian hari raya besar umat Hindu.
“Secara umum Buleleng astungkara aman terkendali, tidak ada indikasi kelangkaan di lapangan,” tandasnya. [*]