Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rusak Parah, Dewan Minta Perbaikan Infrastruktur di SDN 5 Pemuteran

Francelino Junior • Kamis, 6 Juni 2024 | 04:05 WIB
RUSAK PARAH : Kondisi kerusakan SDN 5 Pemuteran yang di atas 50 persen, mendapat perhatian khusus Dewan Buleleng.(Istimewa)
RUSAK PARAH : Kondisi kerusakan SDN 5 Pemuteran yang di atas 50 persen, mendapat perhatian khusus Dewan Buleleng.(Istimewa)

 

SINGARAJA, Radar Bali.id-Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Pemuteran di Kecamatan Gerokgak, kerusakan yang terjadi di beberapa ruangan melebihi 50 persen. Dewan Buleleng pun meminta agar segera dilakukan perbaikan di sana.

Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan dari hasil kunjungannya ke sana, ia melihat kondisi yang memprihatinkan di sana. Seperti ruang kelas yang sudah tua, kamar mandi tidak layak pakai, bahkan mess guru sudah tidak layak sebagai tempat tinggal.

Di SDN 5 Pemuteran, ia melihat kerusakan pada WC sudah 100 persen, ditambah kerusakan mess guru sudah 80 persen, sedangkan ruang kelas kerusakannya mencapai 50 persen.

Hal ini, kata Ngurah Arya, membuat siswa menjadi takut untuk pergi ke sekolah. Jangankan masuk ke ruang kelas, siswa masuk ke kamar mandi pun enggan. Ditambah dengan kedatangan monyet ke sekolah tersebut yang terkadang tidak diduga.

“Wacana pemerintah untuk memajukan pendidikan di Buleleng, ternyata berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Infrastruktur sekolah banyak yang rusak dan memprihatinkan,” ujarnya pada Selasa (4/6/2024) siang.

 Baca Juga: Ternyata Masih Ada Sekolah Rusak Belum Diperbaiki di Pulukan

Pihaknya pun mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mampu memperhatikan kondisi sekolah-sekolah yang rusak di Buleleng. Perbaikannya pun diharapkan mampu tepat sasaran, bukan ke sekolah yang kondisi ruangannya masih optimal.

Menurut pengamatannya, persentase sekolah yang mumpuni di Buleleng hanya 55-60 persen. Sementara yang lengkap, sampai dengan memiliki perpustakaan, kamar mandi, lingkungan serta pagar hanya 30 persen saja.

“Pemerataan sekolah sudah, cuma yang jadi persoalan adalah infrastruktur dan tingkat kelayakannya saja,” kritik politisi asal Buleleng barat itu.

 Baca Juga: Pohon Tumbang Dini Hari, Sekolah Rusak

Ngurah Arya meminta Pemkab Buleleng segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 persen. Karena menurutnya, terlepas dari penggunaan APBD, bila sekolah tidak segera diperbaiki maka dalam waktu dua tahun saja kerusakannya bisa mencapai 80 persen.


“Tempat anak kita mengejar pendidikan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ada rasa takut karena ruang kelas gak bagus, takut atapnya roboh,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#sekolah rusak #buleleng #Perbaikan