SINGARAJA, Radar Bali.id - Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran kedua di Kabupaten Buleleng kepada anak usia 0-7 tahun, kini lebih fokus pada jemput bola. Vaksinasi tahap kedua ini berlangsung pada tanggal 6-12 Agustus.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha mengatakan bahwa putaran pertama telah rampung pada tanggal 23-29 Juli. Vaksinasinya sudah berjalan 100 persen lebih berdasarkan microplanning, yang sebanyak 68.085 anak tervaksin dari sasaran 67.341
Pemberian vaksin polio di Buleleng diadakan di 1.025 pos. Mulai dari puskesmas, pustu, posyandu, hingga sekolah. Kami juga libatkan Disdikpora, aparat desa, hingga TNI/Polri.
Sementara untuk putaran kedua, Dinkes Buleleng lebih memfokuskan diri pada wilayah yang target vaksinasi polionya belum memenuhi target. Seperti sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sukasada, Busungbiu, dan Seririt.
“Untuk gelombang kedua, kami sudah melakukan pemetaan wilayah yang masih kurang. Jadi tim vaksinasi akan melakukan jemput bola," ujar Arya Nugraha dikonfirmasi pada Kamis (1/8/2024).
Meski sudah berhasil memvaksin 68.085 anak, tetapi target tersebut masih 69 persen dari jumlah sasaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Target yang ditetapkan pusat adalah 98.633 anak menerima vaksin polio.
Untuk itu, Dinkes Buleleng optimistis dapat memenuhi sisa target yang belum tervaksinasi, utamanya pada putaran kedua. Apalagi cakupan pada anak sekolah sudah cukup baik pada gelombang pertama. Bahkan selama sepekan penuh melakukan vaksinasi polio di sekolah.
”Kami optimistis target vaksinasi akan terpenuhi pada gelombang kedua,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Buleleng.
Arya Nugraha mengakui bahwa selama pelaksanaan PIN Polio, terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya, beberapa anak yang belum mendapatkan vaksinasi karena berbagai alasan.
Pihaknya meyakinkan bila vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari ancaman penyakit polio.
”Contohnya faktor sosial budaya. Misalnya, ada keluarga yang sedang merayakan hari raya atau orangtua yang sedang sibuk bekerja memanen cengkeh,” ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita