SINGARAJA, Radar Bali.id - Keluarga besar Ida Bagus Ardana, Bupati Jembrana periode 1980-1990 di Griya Batan Cempaka Kabupaten Buleleng, menyebutkan bahwa rencananya abu dari keluarganya itu akan dibawa ke Singaraja, usai dikremasi di Denpasar.
Adik Kandung Ida Bagus Ardana, Ida Bagus Lilik Sudirga mengatakan bahwa ada kesepakatan di keluarga bisa prosesi atau upacara kematian akan dilakukan di Denpasar. Kata Lilik Sudirga, ini dilakukan mengingat kondisi jenazah kakak dan kakak iparnya itu sudah dalam keadaan tidak utuh.
”Karena menurut anaknya, kondisi jenazah tidak memungkinkan dibawa ke sini (Singaraja). Mungkin saja ada yang rusak bagian tubuhnya, karena sekian sudah sekian hari meninggalnya,” ujarnya pada Radar Bali.
Atas dasar itulah, kemudian anak-anak Ardana dan keluarga besarnya menyimpulkan untuk melakukan kremasi terhadap Ida Bagus Ardana dan istrinya, Anak Agung Ayu Wulan Krisna di Denpasar.
Nantinya, abu keduanya itu akan dibawa ke Singaraja dan diikutkan dalam upacara pelebon. Meski begitu, Lilik Sudirga mengaku tetap melakukan konsultasi ke keluarga di Sanur dan Ubud.
”Kesimpulan anak-anaknya cukup kremasi di Denpasar saja. Setelah itu abu akan diupacarai di sini,” lanjut Lilik Sudirga yang merupakan adik kesembilan Ardana.
Lilik Sudirga menyebutkan bila kakaknya itu tidak memiliki penyakit bawaan, hanya terdapat gangguan di kakinya yang diderita setelah usai menjabat sebagai Bupati Jembrana.
Ardana sebagai anak tertua dari 10 bersaudara di Griya Batan Cempaka, dikenal sebagai sosok panutan di keluarga besarnya. Apalagi ia sempat mengisi posisi jabatan sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Tingkat II Jembrana, hingga menjadi Bupati Jembrana selama dua periode.
”Tidak ada informasi perselisihan atau permasalahan, kecurigaan dengan orang lain juga sama sekali tidak ada,” katanya.
Kini pihak keluarga di Griya Batan Cempaka menyerahkan semua proses penyelidikan ke pihak kepolisian. [*]
Editor : Hari Puspita