Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Biar Lebih Praktis, 44 Aplikasi Pemkab Buleleng Disatukan “Singa Pinter”

Francelino Junior • Sabtu, 30 November 2024 | 14:55 WIB
ilustrasi layanan digital-Jawa Pos.com
ilustrasi layanan digital-Jawa Pos.com

SINGARAJARadar Bali.id - Banyaknya inovasi baik aplikasi maupun sistem yang dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, ternyata tidak terintegrasi dengan bagus.

Ini kemudian menginspirasi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Dinas Kominfosanti) menghadirkan solusi.

Inovasi yang dihadirkan Dinas Kominfosanti Buleleng adalah Sistem Navigasi Akses Pemanfaatan Layanan dan Informasi Terintegrasi atau “Singa Pinter”.

Ini tujuannya untuk menyatukan semua jenis layanan dan informasi yang disediakan Pemkab Buleleng. Tercatat ada 44 inovasi yang ada.

”Kami berikan solusi menyatukan banyaknya layanan publik yang ada di Pemkab Buleleng, namanya Singa Pinter,” ujar Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan pada Kamis (28/11/2024).

Dijelaskan lagi, alasan munculnya inovasi ini berawal dari pesatnya digitalisasi yang menuntut adanya transformasi layanan publik dan adaptasi teknologi oleh SDM di pemerintahan. Belum lagi 44 aplikasi yang ada di lingkup Pemkab Buleleng ternyata berdiri sendiri-sendiri.

Hal ini tentu menyulitkan masyarakat dalam menggunakan layanan publik yang disediakan pemerintah. Kesulitan ini ternyata berdampak pada kehadiran masyarakat ke kantor pemerintah, untuk mendapatkan layanan yang bahkan harus dibantu secara manual.

Kata Suwarmawan, fitur yang ada di dalam aplikasi Singa Pinter adalah fitur data, yakni fitur mengakses data bersifat publik yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi di Pemkab Buleleng. Kemudian fitur layanan, yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan. 

Terakhir ada fitur eksekutif, yang bersifat non publik, yang ditujukan untuk pimpinan berguna memudahkan pengambilan keputusan. 

”Harapannya memberikan manfaat besar dalam meningkatkan efisiensi layanan publik dan dorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun daerah berbasis teknologi,” lanjut Ketut Suwarmawan.

Dilanjutkan lagi, sebenarnya dalam jangka pendek, pihaknya mengintegrasikan sebanyak 3 aplikasi untuk diintegrasikan. Ternyata, sudah 12 aplikasi yang terintegrasikan ke dalam Singa Pinter. 

Yakni Aku Online-NG, Prodak, Si Ajaib, Dapodik, Visit North Bali, Simpel Gaspol, Libre NMS, BSI, Website SKPD (Pemkab Buleleng), CSIRT, PPID, dan Mata Singa (CCTV). [*]

Editor : Hari Puspita
#buleleng #aplikasi #digitalisasi