Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Warga Antusias ke Turyapada Tower, Buleleng (1) : Berdecak Kagum Begitu Sampai di Ketinggian

Djoko Heru Setiyawan • Sabtu, 4 Januari 2025 | 21:35 WIB
IKONIK: Taman Teknologi Komunikasi Bali Smarts Turypada Tower. (francelino junior/radar bali)
IKONIK: Taman Teknologi Komunikasi Bali Smarts Turypada Tower. (francelino junior/radar bali)

Warga antusias berkunjung ke nenara yang satu ini. Serba, baru, banyak cerita tentang kesan setelah dari sana.

TAMAN  Teknologi Komunikasi Bali Smarts Turypada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali atau Turyapada Tower secara resmi dibuka khusus untuk kunjungan masyarakat secara gratis, pada Jumat, 27 Desember 2024 lalu di Denpasar.

Setelah itu, masyarakat mulai berdatangan ke sana, meski banyak yang tidak tahu harus mendaftar terlebih dahulu.

Lokasi Turypada Tower yang berada di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng memang menjadikan tempat ini salah satu opsi bagi masyarakat, apabila refreshing ke Bali utara maupun ke wilayah puncak Bedugul.

Sebab lokasinya yang berada di tempat ketinggian, tentu saja membuat suasana hati pengunjung menjadi sejuk.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bali pada Minggu, 29 Desember 2024 atau 2 hari pasca soft opening oleh Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya mulai banyak masyarakat yang datang ke objek yang digadang-gadang menjadi destinasi wisata masa depan.

Para pengunjung datang tidak hanya menggunakan kendaraan roda dua saja, melainkan kendaraan roda empat juga. Meski akses ke sana dapat dikatakan cukup baik, lantaran sebagian jalan betonnya mulai compang-camping. Tidak hanya bersama teman, namun juga mereka datang bersama dengan keluarga.


Pada hari itu, sekitar 50 orang masyarakat datang ke sana, yang terbagi dalam 2 sesi, yakni pagi dan siang. Mereka diketahui datang ke setelah mendaftarkan diri untuk berkunjung secara gratis, melalui laman www.turyapada.baliprov.go.id.

Di sana, para pengunjung tentu didampingi pemandu agar tidak tersesat saat menjelajah Turyapada Tower. Sebab posisi lift di sana cukup membingungkan, belum lagi posisi tiap lantainya yang mungkin membuat pengunjung pusing sendiri.

Sebab dari lantai 1 saat naik lift, bukan lantai 2-10 yang ada pada tombol, melainkan G3, G2, G1, dan 1. Bagi pengunjung ini tentu membingungkan. Setelah sampai lantai G3, dari sana bisa lanjut sampai ke lantai 10. 

Salah satu pengunjung, Adi Okta, 23, asal Kabupaten Buleleng mengaku datang ke Turyapada Tower karena penasaran dengan bangunan ikonik, yang sering ia perhatikan ketika melewati Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Tentu saja kesempatan masuk secara gratis ini dimanfaatkannya dengan baik.

”Bisa lihat-lihat sampai masuk ke dalam, bagusnya bisa lihat pemandangan apalagi kalau tidak ada kabutnya. Jadi bisa juga foto-foto di jembatan kaca,” ujarnya.

Memang jembatan kaca menjadi salah satu primadona bagi masyarakat, yang ada di Turyapada Tower. Mengapa? Sebab jembatan kaca masih menjadi objek wisata yang jarang ada di Bali, meski kini ada satu di Kabupaten Gianyar. Jembatan kaca diketahui berada di lantai 5.

Apalagi dari postingan-postingan sebagian orang yang bisa masuk ke Turyapada Tower, bahkan bisa naik dan berfoto di jembatan kaca terlebih dahulu, menarik perhatian dan keingintahuan masyarakat. Belum lagi banyaknya konten-konten media sosial dan yang juga membahas tentang jembatan kaca di sana.

”Niatnya agar bisa datang dan foto di jembatan kaca, bisa upload di media sosial,” ujar Suryawan Putra, 20.

Begitu juga Tirta, 28, yang mengaku ngeri-ngeri sedap ketika melintasi jembatan kaca. Sebab katanya, sensasinya cukup menegangkan dan membuat bulu kuduk merinding ditambah jantung yang terus berdetak kencang.

”Deg-degan rasanya, tapi seru. Ternyata ini rasanya,” ucapnya senang. [francelino junior/djoko heru setiawan]

 

Editor : Hari Puspita
#menara #turyapada tower #buleleng