SINGARAJA, Radar Bali.id - Karena pipa air bersih desa di wilayah Banjar Dinas Suci, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng hanyut, kini sebanyak 300 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih. Untuk sementara ketersediaan air bersih disuplai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, krisis air bersih ini terjadi berawal pada Rabu (5/2/2025) lalu karena hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Tejakula. Tak hanya hujan deras saja, ternyata disusul dengan banjir bandang dan longsor. Diketahui pipa air sepanjang 200 meter tergerus sampai terbawa air.
Lalu pada Minggu (9/2/2025) dan Senin (10/2/2025) mulai dilakukan perbaikan pipa saluran air. Hanya saja yang mulai terlayani masih masyarakat di wilayah bawah saja. Sedangkan di Lingkungan Abasan, Banjar Dinas Suci ternyata masih mengalami krisis air bersih.
”Karena 50 pipa air bersih dengan panjang empat meter hanyut. Selain itu, bak penampung air (reservoar) ikut hancur akibat longsor. Kerugian mencapai Rp 50 juta” ungkap Perbekel Desa Tejakula, Gede Diarsa dikonfirmasi pada Senin (17/2/2025).
Lantaran pelayanan air bersih yang masih belum lancar hingga saat ini, membuat Pemerintah Desa Tejakula meminta bantuan kepada BPBD Buleleng untuk penyaluran air bersih. Setidaknya dapat mengisi bak-bak penampungan air bersih di Lingkungan Abasan.
Hal ini juga dilakukan, sembari menunggu perbaikan pipa air bersih desa. Kata Diarsa, upaya perbaikan membutuhkan anggaran Rp 50 juta, yang bersumber dari dana desa dan BUMDes sebab air dikelola oleh PAM desa.
”Surat permohonan bantuan air bersih sudah kami sampaikan, karena untuk sementara masyarakat manfaatkan air hujan. Perbaikan pipa air bersih masih perlu waktu hingga sepekan kedepan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut, pihaknya sudah menindaklanjuti surat permohonan dari Pemerintah Desa Tejakula. Distribusi air bersih dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Mengingat lokasi yang jauh dari pusat kota.
”Kami suplai air bersih setiap hari dengan dua tangki air bersih. Masing-masing kapasitasnya 5.000 liter,” singkatnya kepada Jawa Pos Radar Bali pada Senin (17/2/2025) siang. [*]
Editor : Hari Puspita