Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Buleleng Ada Jalur Shortcut Gelap, Kini Jadi Tempat Trek-trekan Liar

Francelino Junior • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:55 WIB
ilustrasi trek-trekan balap liar-Jawa Pos.com-Radar Semarang
ilustrasi trek-trekan balap liar-Jawa Pos.com-Radar Semarang

SINGARAJARadar Bali.id - Masyarakat mengeluhkan Shortcut (jalan pintas) Singaraja-Mengwitani titik 8 di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng yang gelap juga menjadi trek balap liar.

Hal ini disampaikan kepada Polres Buleleng dalam Simakrama Kamseltibcar Lantas dalam rangka Ops Patuh Agung 2025, pada Rabu (16/7/2025) pukul 09.00 Wita.

 Baca Juga: Trek-trekan Pembalap Liar Marak Lagi di Jalur Sebelas, Karangasem, Polres Imbau Warga Melapor ke Call Center 110 atau Medsos Polres

Menurut warga setempat, jalan lurus di shortcut titik 8 yang panjang, ternyata menjadi kesukaan bagi anak-anak muda untuk melakukan balap liar. Tentu ini menjadi keresahan bagi warga maupun pengguna jalan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kecelakaan lalu lintas.

”Sudah sering kami sampaikan ke pihak berwenang, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. Ini yang menjadi kurang percayanya warga terhadap polisi,” ujar warga.

Selain itu, jalur tersebut juga dikeluhkan sangat gelap oleh sopir-sopir yang melintas. Apalagi dengan dampak amblesnya Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk di wilayah Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan membuat kendaraan besar harus melintasi jalan lain. Salah satunya adalah Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Tentu dengan asingnya medan, membuat para sopir yang rata-rata berasal dari luar Bali, membuat mereka kebingungan. 

”Rambu lalu lintas dan penerangan jalannya kurang, kami dari luar Bali tidak tahu jalan, hanya pakai Google Maps saja,” ujar Beni Susanto, salah satu sopir angkutan.

Menanggapi keluhan masyarakat, polisi baik Polres Buleleng dan Polsek Sukasada, menjanjikan segera menangani laporan yang masuk. Termasuk dengan fenomena-fenomena yang menonjol. 

Tentu akan dilakukan penanganan dengan metode khusus Polres Buleleng, begitu juga dengan himbauan bagi masyarakat untuk menyimpan barang berharganya, di tempat yang aman. Sebab polisi menduga, ada kaitan dengan narkoba, mengenai fenomena yang terjadi.

”Patroli akan dilakukan di sekitaran wilayah yang jadi trek balap liar. Nanti Kapolsek Sukasada dan Bhabinkamtibmas Desa Gitgit akan mitigasi secara betul-betul,” ujar Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.

Mengenai kurangnya rambu dan penerangan, akan disampaikan ke dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Buleleng, sebab mereka yang memiliki ranahnya. Meski begitu, akan dilakukan sosialisasi di media sosial.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan bakti kesehatan ini, diikuti oleh warga Desa Gitgit dan sopir angkutan sebanyak 50 orang. Juga perangkat Desa Gitgit serta pejabat Polres Buleleng.[*]

Editor : Hari Puspita
#trek-trekan #shortcut #balap liar #buleleng