Nah! Tiga Hari Bulfest 2025 Sudah Hasilkan 7,7 Ton Sampah, Plastik Masih Jadi Momok

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:35 WIB

 

 

SEMANGAT: Sejumlah relawan Green Corps saat membersihkan sampah di Bulfest 2025. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)
SEMANGAT: Sejumlah relawan Green Corps saat membersihkan sampah di Bulfest 2025. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)

 

BULELENG, RadarBali.id – Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Agustus, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng.

Tercatat, festival budaya tahunan ini menghasilkan 7.716 kilogram sampah, di mana sampah plastik sekali pakai masih menjadi masalah utama.

Berdasarkan data rekapitulasi DLH Buleleng, total sampah yang terkumpul selama tiga hari festival mencapai 7.716 kilogram.

Sampah ini terbagi menjadi 7.000 kilogram sampah organik dan 716 kilogram sampah anorganik.

Plastik Sulit Dikendalikan, Imbauan Kurang Efektif

Meskipun DLH Buleleng telah berulang kali mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, himbauan tersebut tidak sepenuhnya berhasil.

"Himbauan yang kami sampaikan, tidak sepenuhnya diikuti. Banyak pedagang yang masih menggunakan kresek, dan penonton jarang membawa tumbler sendiri," keluh Plt Kepala DLH Buleleng, I Gede Putra Aryana.

Sampah anorganik, yang didominasi oleh plastik, terdiri dari 167 kilogram kantong plastik (kresek), 329 kilogram sampah anorganik bentuk lain, dan 220 kilogram kertas/dupleks. Sampah organik dikelola di komposting Jagaraga, sementara sampah anorganik diserahkan ke Bank Sampah Induk (BSI).

"Green Force" Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Untuk menekan volume sampah, DLH Buleleng mengerahkan 135 relawan dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi yang tergabung dalam Green Force. Mereka bertugas melakukan pemilahan sampah secara langsung di area festival dan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang cara membuang sampah yang benar.

Putra Aryana berharap para relawan ini tidak hanya membantu membersihkan Bulfest, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkelanjutan.

"Harapan kami, para relawan ini bisa menjadi agen perubahan berkelanjutan. Mereka akan terus menyebarkan kesadaran memilah sampah ke masyarakat luas melalui kegiatan lain, seperti Buleleng Kali Bersih (Bukalsih) dan Bersih Pantai (Bepasih)," tegasnya.

Komitmen ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan sampah masih besar, upaya untuk membangun kesadaran dan kebiasaan ramah lingkungan terus digalakkan.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
bulfest seni budaya pameran pertunjukan buleleng