
Oleh: Santy Sastra
(Mindset Motivator & Hypnoterapist)
PERNAH merasa sukses yang diraih hanya karena kebetulan? Merasa tidak pantas dipuji? Merasa suatu saat orang akan tahu bahwa kita sebenarnya tidak sehebat itu.
Perasaan itu namanya impostor syndrome. Sindrom penipu. Padahal kita tidak menipu siapa-siapa.
Orang dengan impostor syndrome sering berprestasi. Punya nilai bagus, jabatan bagus, atau karya bagus. Tapi di dalam hati tetap merasa kosong dan takut ketahuan.
Ciri utamanya adalah meremehkan usaha sendiri. Saat berhasil, bilang “ah itu Cuma hoki”. Saat dipuji, jawab “tidak kok, biasa saja”.
Orang dengan kondisi ini juga takut gagal. Karena gagal dianggap bukti bahwa selama ini memang tidak mampu. Padahal gagal adalah bagian dari belajar.
Impostor syndrome sering muncul di tempat kerja baru, setelah lulus, atau saat naik jabatan. Lingkungan baru membuat kita membandingkan diri dengan orang lain.
