BULELENG, Radar Bali.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng mengambil langkah progresif dengan memasang panel surya di Pompa Mumbul, yang merupakan salah satu fasilitas dengan konsumsi listrik terbesar. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung energi bersih dan menghemat biaya operasional hingga 20 persen.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, menjelaskan bahwa penggunaan panel surya sangat ideal diterapkan di Bali utara karena potensi sinar matahari yang melimpah. Langkah ini sekaligus menjadi yang pertama bagi perusahaan daerah di Bali, khususnya untuk operasional rumah pompa air.
"Saat ini, untuk Pompa Mumbul saja, kami membayar rekening listrik berkisar Rp1,1 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan," ungkap Lestariana pada Minggu (14/9/2025). Pompa Mumbul sendiri memiliki daya listrik sebesar 555 kVA dan melayani sekitar 30.000 pelanggan di wilayah Kota Singaraja.
Dengan pemasangan panel surya, Perumda Tirta Hita Buleleng diproyeksikan bisa menghemat biaya listrik sebesar Rp220 juta hingga Rp260 juta setiap bulannya. Penghematan ini diharapkan dapat meningkatkan laba perusahaan dan kontribusi mereka terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Target PAD Meningkat, Pembangunan Dimulai Akhir September
Dalam proyek ini, Perumda Tirta Hita Buleleng bekerja sama dengan rekanan PLN, yaitu PT Bintang Terbarukan Indonesia. Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu empat bulan dan diharapkan bisa dimulai pada akhir September ini.
"Kalau bisa akhir September ini mulai pembangunannya, sehingga tahun depan sudah bisa digunakan," tutur Lestariana. "Hemat 20 persen, tentu dapat meningkatkan laba. Otomatis meningkat juga kontribusi ke PAD."
Meski menghadapi beban biaya listrik yang tinggi, Perumda ini mencatat kinerja positif pada tahun 2024 dengan melampaui target kontribusi PAD. Dari target Rp8 miliar, mereka berhasil merealisasikan Rp8,57 miliar. Oleh karena itu, target PAD untuk tahun 2025 ditetapkan lebih tinggi, mendorong perusahaan untuk lebih optimal dalam efisiensi dan pelayanan.[*]
Editor : Hari Puspita