Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BMKG Tetapkan Tejakula Buleleng Status Awas Kekeringan Ekstrem, Berikut Ini Daftar Desa yang Berisiko Serupa

Francelino Junior • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:25 WIB
ilustrasi kekeringan- JawaPos.com
ilustrasi kekeringan- JawaPos.com

SINGARAJA, RadarBali.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi kekeringan ekstrem di Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Wilayah ini diprediksi mengalami kekeringan ekstrem mulai 10 hingga 20 Oktober dan ditetapkan dalam kategori awas.

Status dan peringatan ini muncul lantaran Kecamatan Tejakula selama lebih dari 60 hari atau dua bulan terakhir, tidak mengalami hujan. Ini menandakan wilayah timur Buleleng tersebut mengalami kekeringan meteorologis—kondisi kering akibat berkurangnya curah hujan dan musim kemarau berkepanjangan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah wilayah setempat.

“Kami tetap pantau perkembangan situasinya. Koordinasi dengan pemerintahan di wilayah Kecamatan Tejakula juga dilakukan untuk antisipasi,” ujar Putu Ariadi pada Rabu (15/10/2025).

Sembilan Desa di Gerokgak Juga Berisiko Serupa

Berdasarkan kajian potensi bencana BPBD Buleleng, sejumlah wilayah lain juga berisiko tinggi mengalami kekeringan tahun ini, yaitu:

Meskipun ada peringatan kekeringan ekstrem, BPBD Buleleng menyebut, hingga saat ini belum ada permohonan bantuan air bersih yang masuk dari wilayah yang diprediksi terdampak.

Sepanjang Oktober, hanya ada satu permohonan bantuan air bersih dari Desa Sinabun, Kecamatan Sawan. Namun, permintaan tersebut bukan disebabkan kekeringan, melainkan karena perbaikan instalasi PAM desa untuk mendukung pelaksanaan piodalan.

“Pada 6 Oktober kami menyalurkan 5.000 liter air, dan 9 Oktober sebanyak 20.000 liter. Total 25.000 liter air bersih kami distribusikan ke Desa Sinabun,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengatur penggunaan air bersih secara bijak selama periode kemarau untuk mencegah dampak kekeringan.[*]

Editor : Hari Puspita
#cuaca #bmkg #bali utara #kekeringan ekstrem