SINGARAJA, Radar Bali.id – Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Buleleng didatangi petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng pada Rabu (29/10/2025) pagi.
Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk menggelar tes urine acak terhadap para pejabat, termasuk Kepala Dinas dan Sekretaris, hingga staf. Tes mendadak ini dilakukan sebagai respons atas adanya "laporan-laporan" yang masuk mengenai dugaan peredaran narkotika di lingkungan internal.
Meski demikian, dari total 15 sampel yang diperiksa, semua dinyatakan negatif.
Tes urine ini menyasar Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta pejabat eselon III dan IV. Sementara itu, dua staf dari masing-masing bidang juga diambil sampelnya secara acak.
Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengakui bahwa pelaksanaan tes ini dilatarbelakangi oleh informasi yang diterima.
"Ada laporan-laporan, tapi kan belum terbukti. Sehingga dilakukan tes. Ternyata memang negatif," ujar Arya Suardana.
Total 15 sampel acak yang diperiksa oleh BNNK Buleleng seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Komitmen Pencegahan dan Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan peredaran narkotika di kalangan pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, yang juga dikenal sebagai Ksatria Biru.
Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, menyampaikan bahwa tes urine ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan komitmen aparatur pemerintah terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mencegah pegawai Pemkab Buleleng terpapar narkotika. Ke depannya, tes urine mendadak ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh lingkungan Pemkab Buleleng.
Sebelumnya, BNNK Buleleng juga telah menyasar 15 pejabat dan staf di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng. Hasil tes di Disdikpora juga dinyatakan negatif..[*]
Editor : Hari Puspita