Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Anak Suka Tak Suka, Tapi Orang Tua di Buleleng Merasa Ringan Ada MBG

Francelino Junior • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:58 WIB
PLUS MINUS: Potret siswa di Kabupaten Buleleng yang menerima MBG. (Junior/Radar Bali)
PLUS MINUS: Potret siswa di Kabupaten Buleleng yang menerima MBG. (Junior/Radar Bali)

 

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng sudah berjalan sejak Mei 2025. 15 sekolah di Kecamatan Banjar menjadi yang pertama menerima tahap pertamanya.

Hingga Oktober, program dari Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sudah berjalan lima bulan di Bali utara. Banyak respon dari penerima manfaat agenda tersebut.

Menu MBG di setiap sekolah berbeda-beda setiap harinya, tanpa meninggalkan pakem atau aturannya. Isinya jelas makanan yang mengandung unsur empat sehat lima sempurna.

Tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bertanggung jawab untuk menyediakan makanan yang nikmat namun tetap bergizi. Paket-paket makanan ini akan diantar ke tiap sekolah dan siap disantap saat jam istirahat pertama.

”Menunya banyak, ganti-ganti, buahnya juga beda-beda tiap hari. Jadi tahu jenis buah. Yang sebelumnya gak suka, sekarang jadi suka karena makannya bareng teman,” kata Yashica Ravania, siswa SDN 3 Banjar Jawa.

Namun ada tanggapan berbeda dari pelajar lainnya. Menurutnya, santapan MBG tak selamanya nikmat. Kadang enak, kadang biasa saja alias tak enak.

Apalagi, sekolahnya sempat mendapatkan menu MBG ”minimalis” yang viral di media sosial, berbuntut penghentian sementara operasional SPPG penyalur santapan.

Meski begitu, siswa tetap bersyukur ada MBG, karena uang bekal untuk keperluan belanja di sekolah dari orang tua, dapat ditabung. Ditambah tak jarang siswa yang tidak membawa bekal uang, karena sudah diberikan bekal nasi.

”Sajian kelihatan enak, tapi rasanya kurang pas. Ekstra menu juga sedikit,” kata Gabriel Setiawan, siswa SDN 1 Baktiseraga.

Lalu bagaimana tanggapan orang tua? Rata-rata wali murid merasa ringan beban, dengan adanya MBG. Tentu ini tanpa mengesampingkan tanggung jawab mereka terhadap anak. Karena adanya dukungan santapan dari pemerintah, setidaknya ikut membantu pemenuhan gizi anak.

Menurut Dwi Lestari, salah satu wali murid, adanya program MBG membuat orangtua tidak begitu repot menyiapkan bekal anak. Selain itu, anak secara tidak langsung juga diajarkan untuk mengenal lebih banyak jenis buah, protein, dan sayuran.

”Dan juga anak saya hanya cukup membawa bekal snack (roti, pancake, dan sebagainya) dari rumah,” lanjutnya menyampaikan.

Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya. Dengan adanya MBG, maka selaku orang tua, tidak perlu repot lagi menyiapkan sarapan pagi. Bahkan semenjak ada makan gratis itu, anaknya sudah tidak minta uang lagi untuk bekal sekolah.

”Tapi walaupun rasa atau ukuran isinya tidak seberapa, tetap dinikmati anak saya,” kata Andreas Suryanto.

Untuk di Kabupaten Buleleng, tercatat ada 16 SPPG yang tersebar dan memberikan manfaat. Sedangkan penerima MBG di Bali utara diketahui ada 37.102 orang siswa dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK serta yang sederajat. Angka tersebut merupakan jumlah total yang harus menerima manfaat dari program itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menyebutkan, proses pendistribusian MBG menjadi kewenangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng.

Begitu pula dengan pencapaian pendistribusiannya, Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak ikut campur ke dalamnya.

”Kami hanya memberikan data hingga mengawasi penyalurannya. Untuk pencapaian pendistribusian, ranahnya di BGN,” kata Surya Bharata.

Sekadar mengetahui, SDN 1 Dencarik menjadi pusat penyerahan secara simbolis, sebagai tanda dimulainya MBG di Kabupaten Buleleng pada Senin (19/5). Berjalan hingga saat ini, terakhir penyerahan MBG terbaru ada di SDN 2 Ringdikit dan SDN 4 Patemon pada Senin (27/10). 

Editor : Rosihan Anwar
#Makanan Bergizi Gratis (MBG)