Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Langkah Cepat, Pemprov Bali Salurkan Bantuan Korban Banjir Besar di Kabupaten Buleleng

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:11 WIB

BANTUAN KEMANUSIAAN: Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana.
BANTUAN KEMANUSIAAN: Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana.

​DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Banjir besar yang menerjang Kabupaten Buleleng hingga mengakibatkan korban jiwa memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. BPBD Provinsi Bali, bantuan mulai disalurkan kepada warga terdampak, khususnya di Kecamatan Banjar, Senin (9/3/2026).

​Bantuan yang diserahkan meliputi distribusi air bersih, logistik kebutuhan dasar, hingga alat berat untuk penanganan dampak bencana yang hingga kini masih berlangsung.

​Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, merinci bahwa pihaknya telah mendistribusikan 55 ribu liter air bersih dan 100 paket logistik.

Paket tersebut berisi sembako, pakaian (sandang), kompor, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, serta matras.

​"Pemerintah provinsi telah menyalurkan berbagai dukungan untuk membantu warga. Bantuan utama yang telah masuk adalah distribusi air bersih serta logistik bagi masyarakat terdampak banjir bandang," ujar Teja, Selasa (10/3/2026).

​Selain logistik, Pemprov Bali juga mengerahkan peralatan teknis untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan.

“Kami juga menurunkan satu unit truk tangki air, satu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, tiga tandon air, dan dua pompa alkon,” paparnya.

​Sebagai bentuk empati, Pemprov Bali juga menyerahkan santunan uang tunai sebesar Rp 15 juta kepada keluarga salah satu korban meninggal dunia yang ngaben pada Selasa (10/3/2026). Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai (BWS) turut menerjunkan satu unit alat berat tambahan untuk membantu pembersihan material lumpur dan kayu.

​Berdasarkan data penanganan bencana per 9 Maret 2026, tercatat sebanyak 408 rumah terdampak banjir bandang, dengan 35 unit di antaranya mengalami kerusakan berat.

Selain pemukiman, banjir juga merusak dua tempat ibadah serta memutus jaringan air bersih di 11 desa. Bencana ini memakan tiga korban jiwa, di mana satu orang di antaranya masih dalam proses pencarian.

​Teja menambahkan, per hari ini, Selasa (10/3), tim di lapangan kembali melanjutkan operasi pencarian korban hilang, distribusi logistik, serta pembersihan material banjir.

Baca Juga: Potensi Chaos Pelarangan Sampah Organik, Masyarakat Masih Enggan Memilah, Tak Ada Sanksi Tegas, Kades dan Kaling hanya Bisa Lakukan ini

​Meskipun saat ini tercatat total 77 unit rumah rusak di seluruh kecamatan terdampak, Teja menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara.

“Data kerusakan masih mungkin bergerak seiring proses pendataan dan verifikasi yang masih berjalan di lapangan,” tandasnya.

​Pemprov Bali kini tengah menyiapkan rencana bantuan tahap lanjutan. Setelah proses verifikasi rampung, bantuan akan mencakup santunan bagi seluruh korban meninggal maupun hilang, serta dana perbaikan untuk rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

​Banjir bandang ini sebelumnya menerjang Desa Banjar pada Jumat (6/3/2026) malam. Luapan Tukad Mendaum karena curah hujan tinggi di wilayah hulu yang menyapu pemukiman di sekitarnya. Setidaknya, terdapat lima kecamatan di Buleleng yang terdampak signifikan, yakni Kecamatan Banjar, Seririt, Sukasada, Busungbiu, dan Sawan.***

Editor : M.Ridwan
#Kecamatan Banjar #bantuan banjir #buleleng bali #BPBD Bali