Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Densus 88 Sambangi SMPN 1 Sukasada, Beberkan Kaitan Erat Bullying dan Radikalisme

Francelino Junior • Kamis, 23 April 2026 | 09:53 WIB
CEGAH DAMPAK BULLY : Satgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri melakukan sosialisasi pencegahan bullying dan masuknya paham radikalisme di SMPN 1 Sukasada.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali) 
CEGAH DAMPAK BULLY : Satgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri melakukan sosialisasi pencegahan bullying dan masuknya paham radikalisme di SMPN 1 Sukasada.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali) 

SINGARAJA, Radar Bali.id – Ada pemandangan tak biasa di SMPN 1 Sukasada pada Rabu (22/4/2026). Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri hadir di sekolah tersebut.

Baca Juga: Edukasi Skoliosis dan Anti-Bullying, PMR SMPN 9 Denpasar Jadi Garda Depan Kesehatan Remaja

 Namun, kehadiran tim elit ini bukan untuk menangkap teroris, melainkan untuk membentengi para siswa dari bahaya perundungan (bullying) dan infiltrasi paham radikal.

Baca Juga: Duh! Diduga Tertekan Bullying, Siswi SMP Coba Bunuh Diri, Untung Selamat di Jurang Tukad Ngongkong

Dalam sosialisasi tersebut, Plh Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Sri Astuti Ningsih, memaparkan fakta mengejutkan: korban bullying adalah sasaran empuk kelompok radikal.

Mengapa Bullying Berbahaya?

"Anak yang terpapar radikalisme cenderung ingin melawan bullying dengan cara ekstrem, bahkan mengarah ke terorisme," tegas Kombes Sri Astuti. Beliau berkaca pada kasus di Jakarta, di mana kelompok radikal menggunakan pendekatan digital untuk mendekati anak-anak.

Sekolah dan orang tua pun diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun pada anak.[*]

Editor : Hari Puspita
#pendidikan #bullying anak sekolah #radikalisme #buleleng #densus 88