Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sambut May Day, Pemkab Buleleng Bakal "Sidak" Perusahaan di Tiga Wilayah

Francelino Junior • Selasa, 28 April 2026 | 11:34 WIB
BAHAS MAY DAY : Rapat koordinasi rencana monitoring industri dalam rangka May Day. (foto: pemkab buleleng).
BAHAS MAY DAY : Rapat koordinasi rencana monitoring industri dalam rangka May Day. (foto: pemkab buleleng).

SINGARAJA, Radar Bali.id – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tidak ingin sekadar berpangku tangan.

Melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (DisnakertransESDM), Pemkab bakal menerjunkan tim untuk melakukan monitoring besar-besaran ke sejumlah perusahaan.

Baca Juga: Tanggal 1 Mei Hari Apa Sih? Kupas Sejarah May Day dan Hari Buruh Sedunia

Rencana tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan May Day 2026 yang digelar di Kantor DisnakertransESDM Buleleng, Senin (27/4/2026).

Pantau Upah Layak hingga Jaminan Sosial

Monitoring ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Petugas akan membedah dapur perusahaan terkait kepatuhan terhadap hak-hak pekerja. Fokus utamanya meliputi:

Kepala Bidang Data dan Informasi Hubungan Industrial DisnakertransESDM Buleleng, Dewa Putu Suharyadi Arta, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan iklim kerja yang kondusif.

”Monitoring dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, seperti aksi mogok kerja atau kegiatan yang berujung anarkis,” ujar Suharyadi Arta.

Libatkan TNI-Polri dan Serikat Pekerja

Dalam pelaksanaannya, tim monitoring akan bergerak secara kolaboratif melibatkan unsur TNI, Polri, serikat pekerja, serta pengawas ketenagakerjaan. Sesuai arahan pemerintah pusat, peringatan May Day tahun ini didorong untuk diisi dengan kegiatan positif yang mengedepankan dialog.

Pemkab telah memetakan sasaran monitoring ke dalam tiga zona strategis, yakni Wilayah Timur, Tengah, dan Barat.

Dorong Komunikasi Terbuka

Selain pengawasan, monitoring ini menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha dan buruh. Perusahaan yang mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban upah didorong untuk bersikap transparan kepada pekerjanya.

”Melalui pemantauan ini, kita dorong pentingnya komunikasi terbuka. Dengan terpenuhinya hak-hak dasar, maka rasa aman bagi pekerja akan tercipta secara berkelanjutan,” tutup Suharyadi. [*]

Editor : Hari Puspita
#may day #hari buruh internasional #upah layak #Disnakertrans #pemkab buleleng