DI daerah Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, toko kelontong Madura juga marak. Yang menarik, mereka yang berjualan bukan hanya warga Madura, ada pula warga Kuningan, Jawa Barat.
Adalah Salah Mas Sepa. Pemuda 23 tahun itu berjualan di depan jalan pintu masuk Perumahan Sandan Sari, Banjar Dinas Jadi Desa, Desa Banjar Anyar.
Dia mengaku baru seminggu bekerja di toko tersebut.“Bos saya dari Kuningan. Saya juga asal Kuningan. Kalau toko ini bos yang sewa,” ungkapnya.
Dirinya berjualan dengan dua karyawan lainnya secara bergiliran. Tokonya buka nonstop setiap harinya. Barang yang dijual seperti toko kelontong lainnya. “Yang belum ada hanya pom bensi mini,” ucapnya. Ditanya omzet per hari, Sepa mengatakan tidak bisa menyampaikan. “Kalau untuk itu (omzet) rahasia perusahaan,” sebutnya.
Meski kondisi saat ini telah banyak menjamur toko kelontong. Menurutnya itu tak jadi masalah. “Rezeki sudah ada yang mengatur. Ada saja yang berbelanja,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Lilis, penjaga toko kelontong asal Pabean, Madura. Ia sudah enam bulan berjualan di daerah Sanggulan. “Saya tidak sendiri berjualan, ada adik saya berjualan toko kelontong,” ucapnya.
Alasan dirinya berjualan, memang mengikuti jejak saudara yang sudah memiliki toko kelontong lebih dulu.
Untuk sistem kerja berjualan secara bergiliran. Siang dan malam. “Kalau pagi saya, malamnya baru saudara saya yang berjaga,” tandasnya. [juliadi/maulana sandijaya]
Editor : Hari Puspita