Program internet gratis di Kabupaten Klungkung juga berawal dari program BSI milik Pemprov Bali. Tidak tinggal diam, Pemkab Klungkung turut memberikan layanan serupa melalui program internet desa dinas dan objek wisata pada 2020.
DI sejumlah titik instalasi internet gratis itu sudah terpasang. “Program internet free Wi-Fi BSI merupakan program dari Gubernur Bali.
Sementara program internet desa dinas digunakan untuk menunjang akses aplikasi desa yang belum dilayani,” ujar Kepala Diskominfo Kabupaten Klungkung, I Wayan Parna.
Parna membeberkan, ada 148 titik internet gratis tersebar di desa adat, obyek wisata, dan puskesmas di Kabupaten Klungkung.
Tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 176 titik dengan menyasar tempat-tempat umum.
Sementara untuk program internet desa dinas berjumlah 68 titik yang tersebar di seluruh kantor desa dinas, kelurahan, objek wisata.
“Untuk sumber dana free Wi-Fi BSI dari BKK Provinsi Bali dengan biaya berlangganan 2019-2022 sebesar Rp814 juta, dan Rp1,26 miliar lebih untuk 2023. Sementara internet gratis untuk desa dinas bersumber dari ABPD Klungkung dengan biaya berlangganan Rp386 juta,” terangnya.
Adapun tantangan dalam pemasangan internet gratis pelat merah itu, di antaranya daya listrik yang masih terbatas dan jaringan fiber optic (FO) yang belum merata.
Sementara besaran bandwith dari awalnya 20 Mbps, tahun ini dinaikkan menjadi 30 Mbps. Sedangkan internet gratis bersumber dari APBD Klungkung bandwith 20 Mbps.
“Sampai saat ini belum ada internet gratis dari program BSI dan APBD yang terbengkalai. Tidak ada juga yang melakukan perusakan,” tandasnya. (juliadi/made ari rismaya dewi/dewa ayu pitri arisanti/editor: maulana sandijaya)
Editor : Hari Puspita