Puri Agung Negara, Jembrana, salah satu puri yang bersejarah yang bertahan di Bali. Puri yang berada di wilayah Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, ini, merupakan rumah Anak Agung Bagus Sutedja, Gubernur Bali pertama dan dua kali memimpin Bali.
SELAIN misteri hilangnya Anak Agung Bagus Sutedja pada 29 Juli 1966 di Jakarta, diduga menjadi korban penculikan politik pada masa itu, rumah pribadi, Puri Agung Negara, pada 2 Desember 1965 diserang, dirusak, dan barang-barangnya dijarah oleh massa.
’’Tetapi, setelah kejadian itu, secara bertahap barang -barang yang hilang dijarah, kembali lagi ke puri,’’ kisah Anak Agung Komang Sapta Negara, salah satu keluarga Puri Agung Negara.
Pria yang saat ini menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana mengungkapkan, kembalinya barang-barang milik Puri Agung Negara ini bukan dikembalikan langsung, melainkan dikembalikan dengan diletakkan di bawah pohon beringin depan Puri Agung Negara.
’’Dua meriam yang ada di Puri itu, dulu sempat hilang, tetapi dikembalikan lagi. Tidak tahu siapa yang mengambil dan mengembalikan, karena ditaruh di bawah beringin,’’ ungkapnya.
Setelah puluhan tahun berlalu, Puri Agung Negara sebagai salah satu pemegang erat adat dan budaya Bali, masih tetap eksis sampai saat ini. Bahkan, ke depan Puri Agung Negara sebagai pusat pelestarian Budaya Bali, khususnya Jembrana.
’’Puri Agung Negara, di mana Pengelingsir Puri Anak Agung Bagus Sutedja adalah Gubernur Bali pertama, artinya dari segi SDM (sumberdaya manusia) Jembrana sudah diakui dan memiliki sumbangsih besar terhadap budaya Bali dan dilanjutkan generasi berikutnya,’’ ujarnya.
Puri Agung Negara, lanjutnya, ke depan tidak hanya sebagai pusat budaya Bali di Jembrana, tetapi juga akan dikenalkan sebagai destinasi wisata edukasi dan sejarah. Gayung bersambut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba sudah menyiapkan program khusus yang menjadi bagian dari upaya pelestarian Puri. Di antaranya, menjadikan Puri Negara sebagai ikon wisata budaya Jembrana.
Seiring dengan berjalannya waktu, selain memiliki sejumlah benda peninggalan bersejarah, Puri Agung Negara memiliki seni budaya berupa Tari Legong yang masih eksis. Kesenian Tari Legong ini, sudah dipelajari dari generasi ke generasi. Tidak hanya oleh keluarga puri tetapi juga warga sekitar.
Mengenai kiprah keluarga Puri Agung Negara di panggung politik, setelah Gubernur Bali pertama Anak Agung Bagus Sutedja memang jarang ada keluarga puri terjun ke politik. Beberapa di antarnya berprofesi sebagai birokrat, pengusaha, dan karyawan swasta. ’’Seperti ada trauma masa lalu, sehingga jarang ada yang terjun ke politik langsung,’’ ungkapnya.
Namun saat ini, ada salah satu dari keluarga Puri Agung Negara sudah terjun ke politik dan menjadi calon legislatif. Namun demikian, meskipun ada keluarga puri yang menjadi calon, sebagai aparatur sipil negara (ASN) menekankan netralitas. ’’Mengenai pilihan politik itu pribadi masing-masing, saya sebagai PNS tetap menjunjung tinggi netralitas,’’ tegasnya. [m.basir/editor:djoko heru setiyawan]
Editor : Hari Puspita