Puluhan anak muda dari umat Katolik sedang menggelar gladi untuk persiapan menyambut Natal di Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua, Jumat lalu (15/12/2023).
BERADA di lingkungan tempat ibadah yang bersebelahan dengan empat tempat ibadah pemeluk agama lainnya, tak membuat canggung dan konflik antarumat, saat akan merayakan hari raya.
Diketahui, Puja Mandala merupakan pusat peribadatan bagi lima agama. Yakni; Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, dan Hindu.
Bangunan tempat ibadah mereka hanya bersekat tembok. Maka, tak heran pada Jumat siang, umat muslim sedang mengadakan salat Jumat dan umat Katolik sedang mempersiapkan perayaan Hari Raya Natal. ’’Kami sedang mempersiapkan untuk persiapan misa,’’ ujar Ryan, ketua panita Natal tahun ini.
Jika mengacu pada Natal tahun lalu, jumlah umat Katolik yang hadir sampai ribuan dari 720 orang kapasitas Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa. Diprediksi, tahun ini pun juga akan ramai. Pihaknya pun berharap, tidak ada persoalan atau gangguan keamanan saat acara nanti. Hal ini, mengingat Indonesia sedang memasuki musim politik.
’’Harapan saya, nanti pihak kepolisian untuk bisa hadir juga, agar keamanan selalu terjaga,’’ sambungnya.
Namun, sejak kawasan Puja Mandala dibangun, tidak pernah ada konflik antarumat beragama. Meski di dalam kawasan tersebut ada Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa, dan Pura Jaga Natha. (wayan widyaantara/editor :heru djoko setiawan)
Editor : Hari Puspita