Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Berhasil Ekspor Buah Manggis dan Kulit Ular

Yoyo Raharyo • Minggu, 2 Januari 2022 | 19:00 WIB
bali-berhasil-ekspor-buah-manggis-dan-kulit-ular
bali-berhasil-ekspor-buah-manggis-dan-kulit-ular


DENPASAR - Akhir tahun 2021, Provinsi Bali bisa mengekspor komoditas pertanian total 46,4 ton senilai Rp2,5 miliar ke-16 negara. Di antaranya ada manggis bahkan kulit ular.



Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengaku bahwa masalah produk tak perlu dipertanyakan namun kendalanya paa distribusi. 



 


Ia mengaku saat ditemui dalam pelespasan ekspor di Kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai (31/12) untuk mengirim ekpsor pertanian belum bisa langsung dari Bandara di Bali. Melainkan harus ke Jakarta dan dari Jakarta barus bisa diterbangkan ke luar negeri.


 


"Yang jelas karena pandemi ini berdampak tidak ada penerbangan internasional. Tahu sendiri lah kita sama sekali tidak ada, yang diekspor. 31 Desember  via jakarta dengan domestik dari Jakarta ke Tiongkok.  Itu kendala kami, sebenarnya barang siap dengan cost yang cukup tinggi di moda transportasi ini membuat eksportir wait and see," ungkapnya. 


 


Pada saat Jumat, 31 Desember ada 5 ton, namun akan berjalan sekitar 15 hari sehingga dengan nilai Rp2,5 miliar. Sekitar 2,4 ton berbagai komoditas termasuk kulit ular. Khususnya untuk buah manggis ada dua perusahaan yang berhasil melakukan ekspor. 


 


Dibandingkan tahun lalu, jumlah nilai ekspor sekitar Rp 193 miliar sedangkan tahun lalu turun 80 persen.



"Akhir tahun kita tahu buyer tutup buku tapi syukur  Manggis ekspor dua ton dari dua perusahaan. kalau Bali dibandingkan tahun kemarin ada peningkatan sedikit sekitar  193 miliar  sampai januari  sampai november yang sebelumnya Rp 160 miliar. Kita jeblok 2020 hampir 80 persen kualitas pertanian kita menurun," tuturnya.  


 


Pada tahun 2022 bisa meningkatkan ekspor pertanian. Jika terus berlarut dengan keadaan seperti ini akan berimbas pada petani dan bisnis pertanian. Dari ekspor ini tentunya untuk kesejahteraan para pertani. 


 


"Harapan ini tahun 2022, masuk tanggal 1 Januari 2022 harus optimisis, kalau bicara  ekspor itu  menyangkut kesejahteraan para petani kasihan petani barang tak  bisa terkirim ekspor juga sama pelaku bisnis. Kami selalu melakukan pendampingan semoga bisa lebih dari tahun 2021 ini  ini kolaborasi dengan sinergitas stakeholder lain," pungkasnya. 


 


Pelepasan itu dilakukan serentak seluruh Provinsi di Indonesia tujuan ekspor  ke-124 negara. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa perintah Presiden Joko Widodo bahwa seluruh kabupaten/kota di Indonesia



"Tidak kabupaten, tidak kota, tidak ada provinsi di Indonesia yang tidak ekspor. Kira-kira itu pesan utama Pak Kapolda, itu pesan utama pak bupati dan gubernur. Kita ekspor serentak nanti. Ini tiga bulan sekali, tak satupun kabupaten/kota yang tidak diekspor kalau tidak ada yang bisa diekspor tangkap saja cacing di situ kita kespor, kalau tidak ada yang bisa diekspor tangkap saja semut yang ada di pasar-pasar itu kita ekspor," ungkap Menteri Pertanian melalui virtual dalam acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 


 


Sementara itu, hadir Anggota DPR RI dari Dapil Bali, I Made Urip  mengatakan Bali khususnya memang harus sudah mmeredesain pereknomian di Bali yang tidak didominasi sektor pariwisata, Pihaknya sebagai legislatif akan mendukung dari segi kebijakan dan anggaran untuk kemajuan produktivitas pertanian. 


 


"Mitra kami Kementerian Pertanian kami selalu mendorong kepada Kementerian  Pertanian dan seluruh jajaran untuk meningkatkan produktivitas pertanianan kita disemua komoditas. Memang mengalami  kemajuan signifikan kalau melihat dari produk produktivitas hampir semua provinsi termasuk komoditas. Kami akan mendorong dari sisi kebijakan dan anggaran serta konrol di lapangan," jelasnya. 


 


"Pariwisata rentan dilanda berbagai hal seperti Covid-19 perekonomian di Bali mengalami  kontraksi minus 12 persen. Kita beruntung sektor pertanian cukup kuat dan tangguh dnegan kekuatan subaknya. Ini sebagai kekuatan ekonomi Bali untuk kedaulatan pangan ini. Kementerian Pertanian gencar produktivitas ini linear," pungkas pria asal Tabanan ini.

Editor : Yoyo Raharyo
#Manggis #komoditas pertanian #kulit ular