Entah apa yang sebetulnya membuat Gede Angga Oktaviana, 25, memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Yang pasti, sebelumnya ditemukan bunuh diri, dia sempat mengeluh merasa tidak ada yang memedulikan.
I MADE DWIJA PUTRA, Denpasar
GEDE Angga Oktaviana, pemuda asal Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi kos kawasan Kepaon Indah Gang Tunjung Biru II Depan Rumah Nomor 14 Pemogan Denpasar Selatan, Senin (21/2) dini hari.
Ia sempat mabuk bersama sang pacar bernama Nyoman Krisna Sukmadewi di rumah temannya bernama Dini di daerah Seminyak, Kuta, Badung, Minggu (20/2) sekitar Pukul 22.00 Wita. Saat minum arak dan wine itulah, Gede Angga sempat curhat dan merasa dirinya tidak ada yang memedulikan.
Cerita itu disampaikannya di hadapan sang pacar dan ketiga temannya. Tiga temannya adalah Dini, Gina dan Hero.
“Saat minum korban sempat berkeluh kesah dan mengatakan dirinya tidak ada yang memedulikan,” kata Kasi humas polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukada, Senin (21/2).
Saat itu, semua temannya tak menyangka keluhan yang disampaikan Gede Angga Oktaviana akan berujung pada tindakan bunuh diri. Maka, setelah minum, Senin (21/2) sekitar Pukul 01.30 Wita, Gede Angga dan pacarnya, Krisna Sukmadewi pulang ke kos dalam kondisi mabuk.
Gede Angga masuk ke kamar kos, sedangkan pacarnya tidur di mobil dalam keadaan pintu mobil setengah terbuka. Tetangga kos bernama Mutima Ginanti mencoba membanguntan Krisna Sukmadewi agar masuk ke kamar kos.
Karena masih kondisi mabuk, Krisna Sukmadewi sulit dibangunkan. Mutima pun memanggil Gede Angga dengan maksud bersama-sama membawa Krisna Sukmadewi ke dalam kamar.
Ternyata, saat dicari ke kamar, Gede Angga tidak ada. Ternyata, Gede Angga sudah dalam kondisi tewas gantung diri di dalam kamar mandi.
“Saksi mengecek ke dalam kamar mandi ternyata korban dilihat sudah tergantung menggunakan selendang kain warna hitam,” terang Kasi humas polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukada, Senin (21/2).
Temuan ini pun dilaporkan ke polisi. Pada pukul 06.45 unit identifikasi Polresta Denpasar tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP serta pengecekan tubuh korban dengan hasil tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban. Selanjutnya pada pukul 07.10 jenazah korban dikirim ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD Kota Denpasar.
Pada pukul 07.00 Wita jenazah korban dikirim ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Hasil Pemeriksaan unit identifikasi tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.
Editor : Yoyo Raharyo