Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sudana mengatakan, peristiwa ini diketahui pertama kali oleh tetangga bernama Nyoman Widiarta, 40. Berawal ketika saksi mendengar jeritan kesakitan dari korban. Karena penasaran, ia bergegas ke rumah korban.
Ketika berada di ruang tamu, saksi memanggil nama korban namun tidak ada respon. Oleh sebab itu, dia memberitahu pihak keluarga yang kebetulan tidak jauh dari TKP, berstatus ipar dari Sudarma. Dia bernama Ni Ketut Juliani, 39.
Keduanya terkejut ketika masuk kedalam rumah dan mengecek Sudarma dalam keadaan terbujur kaku di dalam kamar. "Di lantai tampak kabel masih dipegang dan kipas angin berserakan. Tangan megang kabel yang terhubung dengan kipas angin," tuturnya.
Sembari membangunkan lelaki ini, iparnya sambil mengecek nadi pekerja satpam tersebut. Juliani malah turut terkena setrum dan terpental. Saksi langsung memanggil warga untuk minta pertolongan untuk mematikan meteran listrik yang berada di tembok teras depan.
"Ya meteran dimatikan. Setelah dilakukan pengecekan, pria asli Desa Tumbu, Karangasem itu sudah tak bernyawa," jelasya. Kejadian ini pun dilaporkan ke polisi. Selanjutnya, aparat dari Polsek Denpasar Timur dan Tim Inafis Polresta melakukan oleh TKP sekitar pukul 13.00.
Hasil identifikasi Sudarma mengalami luka hangus di bagian kulit dada dan jari tangan sebelah kiri yang memegang kabel. "Saat kejadian, korban sendirian di rumah. Karena sang istri pergi bekerja dan anaknya sedang sekolah," paparnya sembari mengatakan pihak keluarga tidak permasalahan hal tersebut. Jenazah yang bersangkutan dibawa ke kampung halamannya di Karangasem menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar," pungkasnya. (dre) Editor : Donny Tabelak