Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Made Uder mengatakan dari data yang masuk, di wilayah Polresta Denpasar akan ada 39 Gereja yang melaksanakan Ibadah akhir tahun. Selain itu terdapat 30 lokasi perayaan tahun baru 2023 serta yang terbesar adalah event di GWK, Kuta Selatan Badung.
“Polresta Denpasar akan menerjukan 876 personil dalam pengamanan tahun baru 2023 ini dan akan ada Tim Patroli Terpadu yaitu Tim Srikandi Presisi, Tim Pandawa Presisi dan Tim Patroli Terpadu wilayah Kuta,” katanya dalam rapat koordinasi yang digelar di Polresta Denpasar, Jumat (30/12/2022).
Dalam kesempatan itu, Kabag Ops juga meminta jajaran agar mendata dan mengawasi terkait dengan peluncuran Kembang Api saat perayaan malam tahun baru 2023. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.
Sementara itu, rapat koordinasi itu digelar untuk melakukan analisa dan evaluasi Pengamanan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023. Rapat dipimpin Wakapolresta AKBP I Wayan Jiartana. "Kegiatan ini digelar dalam rangka menyamakan persepsi pengamanan malam tahun Baru 2023 dan rekayasa arus lalu Lintas di wilayah Kuta dan Kuta Selatan," ujar AKBP Jiartana.
Dalam rapat itu, tampak hadir dari Kodim 1611 / Badung yang diwakili Pasi Intel, BPBD Kota Denpasar dan Badung, Basarnas Bali, Dishub Kota Denpasar dan Badung, MDA, Bendesa Adat Kuta Selatan serta pejabat utama Polresta Denpasar.
Menurut Jiartana, mobilitas masyarakat yang melakukan liburan di Bali sudah padat. Sehingga semua pihak diharapkan saling membantu sehingga lalulintas bisa berjalan lancar. Begitu juga terkait dengan Keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap dipertahankan dan seluruh jajaran Polresta Denpasar agar secara masif melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial (Medsos).
Sosialisasi itu juga termasuk terkait rencana pengalihan arus lalin saat malam tahun baru di wilayah Pantai Kuta dan Kuta Selatan Khususnya GWK. (mar/ara/rid)
Editor : M.Ridwan