Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto memastikan bahwa pengamanan telah dilakukan secara Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kombespol Satake Bayu kepada Jawa Pos Radar Bali menyatakan, kericuhan itu terjadi saat aksi demo. Dengan tegas, Kabid Humas menyatakan, ketegangan antara Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP-KK Bali) dengan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) saat demo di Renon, tidak ada pembiaran.
"Saya tegas menyampaikan tidak ada pembiaran tindakan anarkis oleh pihak aparat Polda Bali dan Polresta Denpasar. Seperti isu yang beredar," tegas Kabid Humas Kombespol Satake Bayu, Jumat 7 April 2023. Justru pihak Polda Bali dan Polresta Denpasar saat itu tetap mengamankan jalannya aksi Demo yang dilakukan AMP tersebut.
Saat keributan berlangsung, anggota diketahui sibuk melerai. Bahkan, Tim Dokkes Polresta Denpasar melakukan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami luka-luka. Zelanjutnya korban dirujuk ke RS. Trijata dan RSUP Prof. Ngoerah. "Kami sudah lakukan pengamanan sesuai SOP," timpalnya.
Dijelaskan Kombes Satake bahwa ada surat permohonan izin melaksanakan aksi semo kedua belah pihak baik Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP-KK Bali) maupun ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) wilayah Bali, di simpang empat Jalan P.B Sudirman Denpasar, ditolak oleh Polresta Denpasar.
Hal ini menjadi pertimbangan, dimana lokasi tersebut merupakan salah satu titik jalan pusat dan terpadat di kota Denpasar. Dan, dikhawatirkan akan sangat mengganggu situasi kamseltibcarlantas.
"Kendati demikian, Polda Bali dan Polresta Denpasar tetap melaksanakan pengamanan aksi demo yang berlokasi di perempatan Jalan PB Sudirman, Denpasar," kilah Kabid.
Bahkan, petugas gabungan Polda Bali dan Polresta agar melakukan pengamaban humanis. Dan kepada dua belah pihak, juga kepada masyarakat pengguna jalan, bila memang ada merasa jadi korban.
Baik luka-luka atau lainnya untuk lapor polisi. "Kalau ada yang merasa jadi korban segera melaporkan diri ke Polisi, pasti ditindak lanjuti," pungkas Kombes Satake. [andre sulla/radar bali] Editor : Hari Puspita