DENPASAR,radarbali.id - Kebakaran hebat kembali terjadi di metro Denpasar. Kali ini sebuah rumah lantai dua ludes jadi arang. Pemicunya, diduga lantaran Asisten Rumah Tangga (ART) Katrina Mone, 19, diduga lalai dalam bekerja. Diduga lupa matikan api kompor gas usai masak air panas, akhirnya terjadi kebakaran. Rumah berlantai dua dilalap api di Jalan Tukad Musi I Nomor 9, Banjar Sembung Sari, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Jumat (18/8).
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, pihaknya telah memeriksa keterangan sejumlah saksi. Dan diketahui, peristiwa ini bermula pemilik bernama Saleh, 73, meminta ART membuat kopi, saat dirinya sedang menonton TV di ruang tamu, lantai satu.
ART bernama Katrina Mone, 19, langsung berangkat ke dapur, letaknya di lantai dua rumah mewah ini dan membuatkan air panas untuk kopi. Air yang sudah panas itu lalu dituangkan ke gelas dan dirinya mix kopi dan gula di dalam gelas dipesan majikan.
Stelqh itu. Dia membawakan kopi k lantai satu. Setelah meberikan kopi ke majikan, Katrina duduk- duduk di teras depan sambil menunggu ibu pemilik rumah datang. Saat itu hanya Salah dan ART ada di rumah. "Istri dan anak Saleh sementara berada di keluar rumah," ujarnya.
Tiba-tiba, kedua penghuni rumah di sebelah utara Gereja Katedral itu, dikejutkan dengan suara ledakan sekitar pukul 13.00. Setelah dipastikan, ledakan itu dari arah dapur terletak di lantai dua. Pun api sudah membesar. Saleh panik sontak berteriak minta tolong.
ART dan Majikannya berusaha keluar dari rumah menyelamatkan diri. Musibah itu lantas disampaikan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Denpasar. Tak berselang lama sebanyak enam unit mobil Damkar tiba di TKP. Amukan si jago merah akhirnya dapat dijinakkan setelah berjibaku selama satu setengah jam.
Adapun yang terbakar yaitu, bangunan dapur yang berada di lantai dua rumah yang berdiri diatas tanah seluas lima are, beserta peralatan memasak, dan furniture yang ada di dalamnya. Nihil korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian hanya berupa materi, tapi belum diketahui pasti berapa total nominal kerugian yang dialami pemilik.
"Seingat ART, setelah membuat air panas dengan menggunakan kompor gas, saksi sudah mematikan kompor gas dimaksud," tambah Juru Bicara Polresta Denpasar sembari mengatakan, karena masih trauma, pemilik rumah belum dapat dimintai keterangan oleh polisi.
Selain itu, belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan sementara, kebekaran itu disebabkan oleh kelalaian ART. "Kuat dugaan ART lalai. Diduga lupa mematikan kompor gas setelah selesai membuat air panas. Seperti itu dugaan sementara," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan