Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

WNA Jepang Tewas Saat Bermain Flying Fish, Polda Sebut Tak Ada Unsur Kelalaian dari Pengelola Water Sport

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 22 Agustus 2023 | 02:08 WIB

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan.
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan.

MANGUPURA-
Jasad Warga Negara Asing (WNA) Jepang, Kikuchi Satoshi, 60, yang tewas setelah bermain water sport jenis flying fish akan dipulangkan ke negara asalnya.

Seperti diketahui, Satoshi tewas setelah flying fish yang disewanya dari PT. Water Sport Bali Coral diihantam angin kencang di Tanjung Benoa, tepatnya depan pantai Hotel Grand Mirrage Lingkungan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat (18/8) lalu.

Sementara sang anak, Kikuchi Haruki, 15, selamat dari kejadian nahas tersebut. Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menyebutkan hingga saat ini Ditpolair Polda Bali telah melakukan proses lidik lebih lanjut. "Sudah dimintakan untuk dilakukan autopsi. Tapi sejauh ini informasi yang diperoleh, setelah dokter memberikan penjelasan tentang maksud tujuan diautopsi, pihak keluarga menolak," Kata Kabid Humas, Senin (21/8).

Selain itu, Ditpolair Polda Bali juga telah mengambil sikap dengan mendalami dan memeriksa enam orang saksi terkait peristiwa tersebut. "Sejauh ini perkembangannya kecelakaan yang ditimbulkan belum ditemukan akibat kelalaian. Kemudian jasad dari korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan menunggu koordinasi lebih lanjut dengan konsulat Jepang," sambungnya.

Pengelola tempat wisata selama proses penyelidikan juga bersikap kooperatif dalam memberikan informasi-informasi yang diperlukan. Termasuk SOP yang dilakukan pada saat kegiatan tersebut.

Dalam mengantisipasi kejadian serupa, Polda Bali selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan patroli. Salah satunya juga memberikan imbauan kepada pelaku-pelaku usaha pariwisata agar ketika melaksanakan kegiatan usahanya, harus sesuai dengan SOP yang ada.

"Tentunya dari kami juga selalu mengingatkan (kepada masyarakat atau wisatawan, red) untuk menjaga diri dan prinsip kehati-hatian di dalam beraktivitas, apalagi kegiatan" permainan yang berisiko seperti itu," kata Jansen. (*)

Editor : Donny Tabelak
#tanjung benoa #Water Sport #polda bali #wna jepang tewas