Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waduh! Metode Wolbachia Cegah DBD di Denpasar Belum Jelas, Kadis Kesehatan Malah Bilang Begini, Ada Apa?

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 9 November 2023 | 13:00 WIB
WOLBACHIA: Mobil fogging dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar berkeliling melakukan penyemprotan untuk mencegah sarang nyamuk DBD.
WOLBACHIA: Mobil fogging dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar berkeliling melakukan penyemprotan untuk mencegah sarang nyamuk DBD.
 
DENPASAR, radarbali.id -  Program metode Wolbachia yang pernah digaungkan ternyata sampai saat ini belum ada kejelasan. Ini adalah  metode Wolbachia di Denpasar untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
 
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar Sensing Implementasi Metode Wolbachia dalam penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali yang digelar di Inna Bali Hotel Denpasar, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memberikan jaminan bahwa metode Wolbachia aman untuk diterapkan. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA Ayu Candrawati mengatakan bahwa Sensing Implementasi Metode Wolbachia ini dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi bagi masyarakat. Sehingga dalam implementasinya nanti masyarakat mengetahui secara jelas bagaimana proses kerja Metode Wolbachia. 
 
Baca Juga: Berjuang Mati-matian di Kandang, Bali United Dipaksa Mengakui Keunggulan Central Coast Mariners Australia
 
“Tentunya harapan kami inovasi ini dapat mendukung optimalisasi penanganan DBD di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujarnya.
 
Dikatakan baru kemarin juga rapat dengan Wakil Wali Kota Denpasar  kemarin (8/11). Namun, belum ada keputusan final karena masih menunggu keputusan Wali Kota Denpasar. Hasil rapatnya hanya diminta menyiapkan laporan dengan data dukungan pelaksanaan selama ini.
 
"Ditambah kajian-kajian untuk mendukung implementasi. Belum ada keputusan pimpinan, " ujarnya. 
 
Baca Juga: Duh! Pembangunan Gedung Molor, Murid SDN Manduang Makin Lama Belajar di Balai Banjar
 
Seperti diketahui kasus DBD di Denpasar tidak pernah nihil.  Sementara ini jumlah kasus sudah mencapai 1.311 kasus lebih banyak dibandingkan data kasus 2022 1.096 kasus. Selain itu, jumlah kasus keseluruhan di Bali  7.068 
 
Diharapkan dengan Metode Wolbachia merupakan terobosan dari organisasi World Mosquito Program (WMP) yang telah diimplementasikan di 14 negara sejak tahun 2011, termasuk Indonesia.
 
Wolbachia adalah bakteri alami yang terdapat di 50 persen serangga yang ada di bumi dan dinyatakan aman untuk manusia, hewan dan lingkungan.
 
Baca Juga: Nelayan di Buleleng dapat Bantuan Mesin, Diharapkan Lebih Produktif Menangkap Ikan
 
Padahal program Wolbachia ini dianggap mampu menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti sehingga tidak menularkan penyakit Dengue, Zika dan Chikungunya. 
 
Di Indonesia Wolbachia WMP pertama kali dilakukan di Jogjakarta. Hasilnya metode Wolbachia ini terbukti berhasil menurunkan 77 persen kasus DBD dan 86 persen  rawat inap di rumah sakit. 
 
Pertemuan sensing Implementasi Wolbachia dilaksanakan guna mendukung penguatan peran pemangku kebijakan dalam keberhasilan implementasi Wolbachia. Dimana,  berbagai stakeholder turut dihadirkan, mulai dari OPD lintas sektor, Majelis Desa Adat dan tokoh berpengaruh di Provinsi Bali. 
 
Baca Juga: Proyek Pengolahan Sampah Sukla Mahayuning Loka Bali di Pura Besakih Digarap Secara Kolaboratif
 
Kemenkes telah mengevaluasi hasil penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta dan menyatakan bahwa cukup bukti untuk memperluas manfaat Wolbachia WMP guna melindungi jutaan orang di Indonesia dari DBD.
 
Sebagai mitra pembangunan Pemerintah, Save the Children Indonesia bersama dengan Yayasan Kerti Praja dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng terus berupaya melakukan pencegahan DBD, dengan melibatkan seluruh pihak termasuk masyarakat sejak awal tahun 2023. 
 
Peneliti metode Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Citra Indriani, dalam pertemuan tersebut menyampaikan  metode Wolbachia sudah teruji secara klinis efikasinya.
 
Baca Juga: Diduga Tilep Dana Ratusan Juta, Chef Accounting Hotel Loccal Collection Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan
 
Dimana, telah dilaksanakan uji klinis dari tahun 2011- 2020. Dari hasil uji klinis tersebut, metode Wolbachia aman bagi lingkungan, hewan dan manusia, serta bukan merupakan produk rekayasa genetika (GMO).
 
 Penerapan Metode Wolbachia ini telah dilaksanakan di Kota Jogjakarta (2020), Sleman (2021), Bantul (2022). Terdapat penurunan kasus yang signifikan di daerah tersebut. Melalui  Keputusan Menteri Kesehatan No 1341 Tahun 2022 metode Wolbachia di implementasikan di 5 kota lainnya yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang. Nyamuk ber-Wolbachia yang telah diimplementasikan di 5 kota tersebut juga sama dengan yang akan disebarkan di Bali. ***
Editor : M.Ridwan
#denpasar #wolbachia #Tak Jelas #Kepala Dinas Kesehatan #Metode Wolbachia