Kepala Dusun Banjar Batur Sari, Kadek Angga Hendra Ningrat ungkap 8 dari total 83 korban kebakaran berangkat untuk pulang ke kampung halamannya di Lombok, kemarin (4/3/2024).
"Ada beberapa yang ingin balik ke Lombok. Jadi mereka sudah pasrah, ada keluarganya yang minta balik ke Lombok. Jadi kita masih belum mendapat catatan akhir berapa yang akan masih stay di sini (di TKP, red)," tuturnya.
Ada juga korban yang balik ke kampung halaman karena motornya terbakar dan dihubungi sanak keluarga di kampung.
Dijelaskannya para korban sempat ditawarkan untuk mengungsi di musholla terdekat. Hanya saja setelah dijelaskan bahwa mereka akan tinggal di sana selama sementara waktu, kedelapan korban lebih memilih untuk kembali ke kampungnya.
"Delapan orang itu kita angkut sekarang untuk kita bantu fasilitasi kembali ke Lombok. Apakah mereka akan balik ke sini lagi, mungkin sih mereka akan balik ke sini. Cuma saat ini biar calm down dulu lah," kata Angga.
Pihaknya pun hingga saat ini belum ada menerima laporan lagi terkait warga yang akan kembali ke kampung halaman juga. Namun apabila ada warga yang ingin kembali, pihaknya bersama pemerintah terkait akan memberikan fasilitasi hingga clear.
Di lokasi kejadian, masih ada banyak korban yang nampak menetap di sana. Pasalnya, warga mengaku ingin tetap berada di sana untuk menjaga barangnya.
"Kemarin kita tawarkan di musholla, tetapi mereka lebih memilih di tempat kejadian kebakaran. (Namun, red) sebagian besar mereka bukan di TKP, tapi di rumah warga sanak saudara. Jadi kami belum bisa benar-benar mendetailkan yang masih stay di sini saat ini. Mungkin sekitar 50-an di sini," paparnya.
Bantuan logistik juga sudah berdatangan sejak kemarin dari Family Kid, BPBD, Dinas Sosial, hingga sumbangan warga. Di antaranya berupa bantuan alas tidur, makanan, dan logistik lainnya.
"Kita rencana akan membuat dapur umum. Karena itu kan sangat urgent," sambungnya.
Dapur umum rencananya akan dibangun di bangunan yang masih memiliki atap dan akan berkoordinasi dengan BPBD untuk meminta terpal atau tenda.
Koordinator Tagana Kota Denpasar, I Made Tara membenarkan rencana pembuatan dapur umum di lokasi kebakaran. Dapur umum ini menjadi atensi dari Dinas Sosial Kota Denpasar yang memiliki ranah untuk memantau.
"Terkait dapur umum memang seyogyanya, karena mereka sudah bisa untuk itu dan mengelola bantuan masyarakat mereka bisa membuat dapur umum mandiri. Rencana warga itu besok (5/2, red) dapur umum sudah bisa dibangun dan dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan minum korban yang ada di sini," terangnya.
Sembari menunggu rampungnya dapur umum, Dinsos tetap dropping kebutuhan makanan dan minuman untuk korban. Sementara terkait dengan posko pengungsian, Dinsos masih melakukan koordinasi lebih lanjut.
"Kami akan koordinasikan lebih lanjut karena menjelang hari raya, ada yang berkeinginan pulang kampung seperti saat ini. Kami masih menunggu informasi terbaru sehingga betul-betul fix apakah memang perlu dibuatkan posko untuk yang mau tinggal sementara atau seperti apa," sambungnya.
Korban lain yang berkeinginan untuk pulang ke kampung halamannya juga akan difasilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi Bali. Lebih lanjut, sebagian besar korban kebakaran di Jalan Sekar Sari ini berprofesi sebagai tenaga sekop, pengangkut pasir, dan ada yang menjadi pedagang.
Pada kondisi saat ini, sebagain besar korban belum bisa bekerja karena kondsi syok dan tempat berjualannya yang masih belum bisa recovery. Hanya sebagian kecil atau kurang dari 50 persen korban yang kembali bekerja di perusahaan.***